Mengenal Apa Itu Tunagrahita: Penyebab, Tanda, Perawatan, dan Kondisi Terkait

Mengenal Apa Itu Tunagrahita: Penyebab, Tanda, Perawatan, dan Kondisi Terkait

Izzah Putri Jurianto - detikHealth
Senin, 19 Jun 2023 13:45 WIB
Mengenal Apa Itu Tunagrahita: Penyebab, Tanda, Perawatan, dan Kondisi Terkait
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Jakarta -

Tunagrahita adalah istilah yang merujuk pada orang dengan gangguan intelektual. Dengan kata lain setiap individu, terutama anak-anak, tunagrahita ini akan mengalami perkembangan yang lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya.

Hal ini cukup ironis, mengingat masa kanak-kanak harusnya jadi waktu yang menyenangkan untuk belajar, bermain, dan mengeksplor hal-hal baru. Namun bagi para orang tua, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak tunagrahita.

Dirangkum dari berbagai sumber, simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, tanda, dan perawatan tunagrahita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Tunagrahita

Tunagrahita, atau istilah lainnya intellectual disability, adalah sebutan untuk seseorang yang mengalami gangguan dan keterbatasan kemampuan dalam mempelajari sesuatu. Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, tunagrahita banyak dialami oleh anak-anak dengan tingkatan yang berbeda-beda.

Umumnya, para tunagrahita relatif kesulitan untuk mengkomunikasikan pemikiran mereka. Selain itu, mereka juga lebih lambat dalam mempelajari dan memahami sesuatu, dibandingkan anak-anak dalam rentang usia yang sama. Bahkan, para tunagrahita juga lebih lama dalam belajar bicara, berpakaian, berjalan, dan makan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

Tanda-tanda Tunagrahita

Untuk mengenali apakah seseorang adalah tunagrahita, perlu dikenali berbagai tanda berikut. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, disebutkan bahwa tingkat keparahan cacat intelektual berbanding lurus dengan tanda-tanda yang dapat dikenali sejak dini.

  1. Butuh waktu lama untuk bisa duduk, merangkak, atau berjalan
  2. Sulit belajar bicara
  3. Memori dan daya ingat rendah
  4. Kesulitan memahami aturan sosial yang berlaku
  5. Kesulitan dalam memecahkan masalah.

Sementara itu, Web MD menambahkan, cacat intelektual pada anak-anak bisa muncul saat masih bayi. Meski begitu, tanda-tanda tersebut lebih sulit dikenali dibandingkan tanda-tanda yang terlihat ketika anak sudah masuk usia sekolah. Beberapa tanda umum untuk mengenali cacat intelektual antara lain:

  1. Terlambat dalam kemampuan berguling, duduk, merangkak, atau berjalan
  2. Kesulitan untuk bisa bicara
  3. Lambat dalam belajar hal-hal mendasar seperti latihan pispot, mengenakan pakaian, dan makan sendiri
  4. Kesulitan dalam mengingat sesuatu
  5. Tidak mampu menghubungkan tindakan dan konsekuensinya
  6. Emosi cenderung tidak stabil dan meledak-ledak
  7. Tidak dapat berpikir logis untuk memecahkan masalah
  8. Kejang, gangguan suasana hati, gangguan kemampuan motorik, hingga masalah penglihatan dan pendengaran pada tunagrahita dengan tingkatan yang lebih berat.

Penyebab Tunagrahita

Tunagrahita atau cacat intelektual, sama seperti jenis gangguan lainnya, disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut beberapa hal yang diketahui bisa menjadi penyebab tunagrahita:

  1. Kondisi genetik, meliputi sindrom Down dan sindrom Fragile X
  2. Komplikasi dari penyakit meningitis dan batuk rejan atau campak
  3. Trauma kepala yang terjadi saat masa kanak-kanak
  4. Terlalu banyak terpapar racun seperti timbal atau merkuri
  5. Konsumsi alkohol, narkoba, dan malnutrisi selama masa kehamilan yang menyebabkan janin mengalami malformasi otak
  6. Masalah kehamilan dan persalinan, seperti infeksi dan kurangnya penerimaan kadar oksigen
  7. Tidak ada penyebab yang terdeteksi, meski hanya ditemukan pada sedikit kasus gangguan intelektual.

Deteksi dan Perawatan Tunagrahita Pada Anak

Pada dasarnya, cacat intelektual dapat dideteksi salah satunya melalui kelainan genetik, yang merupakan tanda paling jelas. Mengutip Web MD, jika terlihat tanda-tanda tersebut, sejumlah tes akan dijalankan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, meliputi tes darah, tes urine, tes pencitraan untuk meninjau masalah struktural pada otak, hingga elektroensefalogram (EEG) untuk mencari bukti adanya kejang.

Selanjutnya, dokter juga berwenang untuk melakukan tes jika muncul tanda-tanda lebih lanjut seperti masalah pendengaran atau kelainan saraf. Jika tak ditemukan faktor lain yang menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang pada anak, maka ia akan dirujuk untuk menjalani tes formal. Bisa dibilang, orang tua harus benar-benar peka dengan kondisi anak agar tak sampai mendapatkan penanganan yang terlambat.

Kondisi Terkait dengan Tunagrahita

Seperti disebutkan sebelumnya, salah satu tanda yang menandai seorang anak mengidap cacat intelektual adalah sindrom Down atau sindrom Fragile X. Artinya, kondisi tunagrahita erat kaitannya dengan perkembangan saraf. Adapun jenis-jenis diagnosa yang mungkin terjadi bersamaan dengan cacat intelektual adalah sebagai berikut.

  1. Gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder)
  2. Gangguan perhatian-defisit hiperaktif (Attention-deficit hyperactivity disorder)
  3. Gangguan kontrol impuls (Impulse control disorder)
  4. Depresi (depression)
  5. Gangguan kecemasan (anxiety disorder).



(fds/fds)

Berita Terkait