Hiperpigmentasi: Tipe, Gejala, Penyebab, dan Tips Mencegahnya

Hiperpigmentasi: Tipe, Gejala, Penyebab, dan Tips Mencegahnya

Rindang Krisnawati - detikHealth
Rabu, 16 Agu 2023 21:45 WIB
Hiperpigmentasi: Tipe, Gejala, Penyebab, dan Tips Mencegahnya
Foto: iStock
Jakarta -

Hiperpigmentasi adalah kondisi umum yang tidak membahayakan. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak-bercak gelap pada kulit.

Hiperpigmentasi berasal dari kata "hyper" dan "pigment". Hyper sendiri berarti lebih banyak, sedangkan pigment berarti warna.

Penggelapan pada kulit ini terjadi karena kulit kelebihan melanin, pigmen yang menghasilkan warna coklat pada kulit. Dampaknya kulit bisa jadi terlihat lebih gelap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hiperpigmentasi dapat menjangkit siapapun dan dari ras manapun.

Tipe dan Gejala Hiperpigmentasi

Dilansir Medical News Today, ada tiga tipe hiperpigmentasi.

ADVERTISEMENT

1. Bintik-Bintik Penuaan atau Bintik-Bintik Hati

Bintik-bintik penuaan adalah tanda yang biasanya muncul pada kulit setelah terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Nama lain untuk bintik-bintik penuaan adalah bintik matahari dan bintik hati, meskipun tidak ada hubungannya dengan hati.

Bintik-bintik ini tidak berbahaya, tetapi beberapa orang menganggap ini mengganggu penampilan. Tanda-tanda dari hiperpigmentasi ini tampak datar dan lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Tanda ini bisa berwarna coklat, atau hitam, dan mungkin menyerupai bintik-bintik.

Bintik-bintik penuaan biasanya muncul di area kulit yang sering terpapar sinar matahari seperti:

  • Wajah
  • Punggung tangan
  • Bahu
  • Punggung
  • Lengan
  • Bagian atas kaki.

Bintik-bintik penuaan cenderung terbentuk pada orang berusia 40 tahun ke atas, meskipun bintik juga dapat muncul pada orang lebih muda yang sering terkena sengatan sinar matahari atau menggunakan tanning bed.

2. Melasma

Melasma adalah kelainan pigmentasi umum yang menyebabkan munculnya bercak-bercak pada kulit, terutama pada wajah. Melasma dapat ditemukan terutama pada individu dengan warna kulit coklat muda hingga warna kulit yang lebih gelap, terutama di daerah dengan paparan sinar matahari yang tinggi.

Wanita diketahui sangat rentan terhadap melasma.

Area yang paling umum untuk melasma muncul di wajah meliputi:

  • Pangkal hidung
  • Dahi
  • Pipi
  • Bibir atas
  • Dagu.

Melasma juga dapat muncul di area tubuh lainnya, terutama yang terpapar banyak sinar matahari. Area-area ini dapat meliputi:

  • Lengan bawah
  • Leher
  • Bahu.

3. Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi

Hiperpigmentasi pasca inflamasi adalah munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak kulit gelap yang muncul setelah kondisi peradangan kulit, seperti jerawat atau eksim.

Biasanya mempengaruhi orang yang mengalami peradangan atau cedera pada kulit. Bercaknya bisa muncul di bagian tubuh mana saja, tetapi paparan dari sinar matahari dapat membuat bercaknya menjadi lebih jelas.

Penyebab Hiperpigmentasi

Penyebab dari hiperpigmentasi tergantung pada tipe nya masing-masing. Tapi biasanya, paling sering terjadi karena:

1. Paparan Sinar Natahari

Tubuh memproduksi lebih banyak melanin untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang terlalu lama. Hal ini dapat menyebabkan bintik-bintik hitam atau bercak pada kulit yang disebut bintik-bintik penuaan atau matahari.

2. Peradangan Kulit

Area kulit dapat menjadi gelap setelah seseorang mengalami peradangan pada kulit. Ini dapat mencakup jerawat, eksim, lupus, atau cedera pada kulit.

Orang dengan kulit yang lebih gelap lebih mungkin mengalami hiperpigmentasi pasca inflamasi.

3. Reaksi Obat

Obat-obatan tertentu, seperti obat antimalaria dan antidepresan trisiklik, dapat menyebabkan hiperpigmentasi. Dalam kasus ini, bercak-bercak kulit dapat berubah menjadi abu-abu.

Bahan kimia dalam perawatan topikal atau obat oles juga terkadang dapat menyebabkan hiperpigmentasi.

Diagnosis Hiperpigmentasi

Dokter spesialis kulit dapat mengidentifikasi jenis dan penyebab hiperpigmentasi. Tahapan proses pemeriksaannya yakni:

  • Memeriksa kulit, menggunakan lampu khusus yang disebut lampu Wood.
  • Bertanya tentang riwayat medis.
  • Menanyakan tentang peristiwa atau kebiasaan gaya hidup lainnya, mengambil biopsi, atau sampel kecil kulit, untuk membantu menyingkirkan kanker kulit.
  • Mereka kemudian akan membantu membuat rencana perawatan yang sesuai dengan individu.

Tips Mencegah Hiperpigmentasi

Menghindari atau mencegah hiperpigmentasi tidak selalu berhasil dilakukan. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi resikonya.

  • Melindungi kulit dari sinar matahari dengan menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi dan mengenakan pakaian yang melindungi kulit.
  • Menghindari mengorek kulit setelah cedera atau ketika ada bintik-bintik, koreng, atau jerawat.
  • Mencari saran profesional sebelum menggunakan krim untuk mencerahkan bercak gelap, karena hal ini dapat menyebabkan reaksi.
  • Menghindari produk pencerah kulit untuk mencerahkan kulit secara keseluruhan.



(fds/fds)

Berita Terkait