Polusi udara menyelimuti daerah Jakarta dan Tangerang Selatan dalam beberapa hari terakhir. Namun pada tanggal 17 Agustus kemarin, bertepatan dengan momentum HUT RI ke-78, langit cerah mulai sedikit terlihat di Ibu Kota.
Masyarakat yang penasaran pun mengira-ngira penyebab fenomena tersebut. Ada yang mengatakan polusi menurun karena aktivitas warga yang berkurang di hari libur, sementara yang menduga penurunan polusi dipicu teknologi modifikasi cuaca (TMC).
Plt Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG dr Andri Ramdhani, SKom, Msi, menuturkan kondisi udara yang membaik bukan dikarenakan TMC. Sebab, ia mengatakan operasi TMC sampai saat ini masih belum dilakukan di wilayah DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini operasi TMC untuk wilayah DKI Jakarta belum dilaksanakan," ujarnya saat dihubungi detikcom, Jumat (18/8/2023).
Meski begitu, dr Andri tidak menampik penerapan TMC bisa dilakukan untuk mengurangi dampak polusi udara.
"Secara teori, teknologi modifikasi cuaca (TMC) dapat ditempuh untuk mengurangi dampak polusi yaitu dengan cara mempercepat proses terjadinya hujan pada suatu sistem sel awan hujan (jenis cumulus). Proses percepatan melalui penyemaian awan ini diharapkan dapat memicu terjadinya hujan yang dapat membasuh atmosfir dari polutan," terangnya.
"Adanya hujan dapat memperbaiki kualitas udara dengan cara menyapu partikel-partikel yang ada di udara untuk jatuh bersamaan dengan air hujan," sambungnya.
Terkait penyebab polusi yang menurun, dr Andri menduga hal tersebut disebabkan oleh hembusan angin yang relatif kencang sehingga membuyarkan polusi udara.
"Pada tanggal 17 Agustus 2023, BMKG memonitor tidak ada kejadian hujan di wilayah DKI Jakarta, tetapi tercatat terjadi angin relatif kencang dengan kecepatan angin mencapai 15 Knot. Nilai kecepatan ini relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain di sekitarnya, sehingga besar kemungkinan polusi udara pada periode tersebut terbuyarkan oleh angin," paparnya.
Selain itu, ia mengatakan perbaikan udara pada tanggal 17 Agustus kemarin kemungkinan juga disebabkan oleh penurunan jumlah moda transportasi dan aktivitas industri yang libur pada tanggal tersebut.
(ath/naf)











































