Main ke Taman Buat Healing dari Polusi, Masih Perlu Masker? Ini Kata Dokter Paru

Main ke Taman Buat Healing dari Polusi, Masih Perlu Masker? Ini Kata Dokter Paru

Averus Kautsar - detikHealth
Sabtu, 02 Sep 2023 08:00 WIB
Main ke Taman Buat Healing dari Polusi, Masih Perlu Masker? Ini Kata Dokter Paru
Ilustrasi taman. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Peningkatan polusi udara dikaitkan dengan banyak jenis masalah kesehatan pernapasan. Penggunaan masker sangat disarankan untuk menghalangi berbagai macam polutan yang dapat masuk ke sistem pernapasan.

Namun kini muncul pertanyaan, apabila sedang di taman yang rindang dengan pepohonan, apakah masih perlu menggunakan masker?

Berkaitan dengan hal tersebut, dokter spesialis paru dr Januar Habibi, B.Med, Sc, SpP menjelaskan bahwa daun memiliki komponen stomata yang berguna sebagai penyaring polusi. Fungsi tersebut membuat taman-taman dengan banyak pohon memiliki kualitas udara yang cenderung lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada studi penelitian mengatakan bahwa salah satu komponen di daun hijau itu stomata. Stomata itu berfungsi sebagai penyaring," ucap dr Januar ketika ditemui detikcom di Jakarta Selatan, Jumat (1/9/2023).

"Singkatnya polusi masuk ke stomata di daun dan dikeluarkan dalam bentuk yang lebih bersih. Makanya kalau kita olahraga outdoor sebaiknya di area yang banyak pepohonan," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Walaupun udara di taman cenderung lebih baik, dr Januar mengingatkan jenis polutan lain seperti PM2.5 yang berupa partikel dapat terbang di udara hingga jarak 10 kilometer. Bahkan polutan tersebut dapat bertahan selama berhari-hari di sekitar.

Oleh karena itu penggunaan masker ketika berada di taman tetap dianjurkan apabila memang kondisi udara masih nampak tidak baik.

"Kalau kita melihat keluar udara masih kayak berkabut, langit abu-abu gitu karena polusi sebaiknya tetap memakai masker. Itu akan lebih membantu perlindungan," jelas dr Januar.

"Kalau beraktivitas di taman atau berolahraga khususnya, intensitas napas pasti akan meningkat. Kalau kita berolahraga di lingkungan berpolusi akhirnya semakin banyak partikel polutan yang bisa masuk pernapasan dan pembuluh darah," pungkasnya.




(avk/kna)

Berita Terkait