22 Oktober 2023 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Kesadaran Gagap Internasional

22 Oktober 2023 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Kesadaran Gagap Internasional

Atta Kharisma - detikHealth
Sabtu, 21 Okt 2023 14:03 WIB
22 Oktober 2023 Memperingati Hari Apa? Ada Hari Kesadaran Gagap Internasional
Tanggal 22 Oktober memperingati hari apa saja? (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Penasaran tanggal 22 Oktober 2023 memperingati hari apa? Ternyata, ada banyak momen yang diperingati pada tanggal tersebut. Salah satunya yang terkait dengan kesehatan adalah Hari Kesadaran Gagap Internasional dan Hari Sindrom Pasca-Polio.

1. Hari Kesadaran Gagap Internasional

Hari Kesadaran Gagap Internasional atau International Stuttering Awareness Day diperingati merupakan salah satu momen kesehatan yang diperingati pada 22 Oktober setiap tahun. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadai jutaan orang yang harus hidup dengan gangguan komunikasi.

Dikutip dari Cleveland Clinic, gagap adalah sebuah kondisi yang membuat seseorang terbata-bata, atau mengulang pengucapan suatu kata saat sedang berbicara. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti gangguan pada saraf, perkembangan anak yang terlambat, hingga trauma emosional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Kesadaran Gagap Internasional sendiri diperingati sejak 1998. Tujuannya adalah untuk memberikan dukungan kepada para pengidap gagap di seluruh dunia dan menunjukkan kalau mereka tidak sendirian.

Selain itu, peringatan Hari Kesadaran Gagap Internasional juga memiliki tujuan untuk menghilangkan stigma negatif tentang gagap. Caranya adalah dengan mengedukasi masyarakat sehingga stigma buruk masyarakat seputar gagap dapat berkurang.

ADVERTISEMENT

2. Hari Sindrom Pasca-Polio

Hari Sindrom Pasca-Polio atau Post Polio Syndrome Day adalah momen tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia tentang post polio syndrome (PPS) atau sindrom pasca polio. Lewat peringatan ini, orang-orang diajak untuk mengetahui perjuangan yang dilalui para penyintas polio, sekaligus mengedukasi tenaga kesehatan profesional tentang PPS.

Sindrom pasca polio sendiri merujuk pada sekelompok gejala atau tanda yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan setelah pasien mengalami penyakit polio. Dikutip dari National Health Service (NHS) UK, sindrom pasca polio diduga dipicu oleh kerusakan bertahap pada sel-sel saraf di sumsum tulang belakang (neuron motorik) yang terjadi ketika seseorang mengidap penyakit polio.

Adapun gejala sindrom pasca polio yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Lemah otot
  • Depresi
  • Sulit berkonsentrasi
  • Nyeri otot dan sendi
  • Massa otot tubuh menurun (atrofi otot)
  • Mengalami kelelahan ekstrem



(ath/naf)

Berita Terkait