Mengenal Gejala TTS, Efek Samping Langka Akibat Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Mengenal Gejala TTS, Efek Samping Langka Akibat Vaksin COVID-19 AstraZeneca

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 05 Mei 2024 17:02 WIB
ROME, ITALY - MARCH 05: A healthcare worker of the Italian Army prepares doses of the AstraZeneca COVID-19 vaccine, as part of COVID-19 vaccinations plan for the military personnel, on March 5, 2021 in Rome, Italy. The Italian government blocked the shipment of 250,000 doses of the Oxford/AstraZeneca vaccine developed by the Anglo-Swedish group and produced in a factory near Rome. This is the first time that a European country has applied new rules to control vaccine exports, adopted in January. (Photo by Antonio Masiello/Getty Images)
Vaksin COVID-19 AstraZeneca (Foto: Getty Images/Antonio Masiello)
Jakarta -

Belakangan ramai dibicarakan terkait efek samping langka vaksin COVID-19 AstraZeneca yang dapat memicu thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS). Meski begitu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memastikan hingga saat ini belum ada laporan efek samping langka dari vaksin tersebut di Indonesia.

Lantas, seperti apa gejalanya?

TTS adalah kondisi langka yang terjadi saat seseorang mengalami pembekuan darah yang tak biasa bersamaan dengan jumlah trombosit yang rendah (thrombocytopenia).

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Vito A Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, mengatakan TTS biasanya dipicu oleh reaksi imun yang tak biasa saat sistem imun seseorang salah mengidentifikasi komponen tertentu dalam vaksin sebagai ancaman, dan tak sengaja menyerang trombosit.

"Mengenai vaksin dan TTS tersebut memang risiko vaksin pasti ada. Risiko terkena COVID pun ada komplikasinya. Jadi tentu perhitungkan risiko dan manfaat vaksin. Seberapa sering risikonya dan bagaimana manfaatnya dalam perlindungan terhadap penyakit," kata dr Vito saat dihubungi detikcom, Jumat (3/5/2024).

Sederet gejala TTS menurut dr Vito, yakni:

ADVERTISEMENT
  • Nyeri dada yang persisten
  • Sesak napas
  • Pembengkakan pada kaki
  • Sakit kepala persisten yang berkepanjangan
  • Penglihatan kabur
  • petechiae atau perdarahan kecil di bawah kulit yang terlihat seperti ruam.

Lebih lanjut, dr Vito mengatakan pengobatan TTS dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat tergantung pada tingkat keparahan dari kondisi tersebut.

"Pengobatan biasanya melibatkan obat yang menghambat pembekuan darah, obat untuk meningkatkan jumlah trombosit, dan terkadang imunoglobulin intravena," katanya.

"Penting untuk mengidentifikasi dan mengobati TTS secepat mungkin untuk mengurangi risiko komplikasi serius," lanjutnya lagi.




(suc/kna)
Vaksin AstraZeneca Ditarik
18 Konten
Vaksin AstraZeneca kembali menjadi sorotan pasca perusahaannya menarik stok vaksin mereka yang tersisa di seluruh dunia.