Mendikdasmen Larang Murid Main Roblox, Psikolog Beberkan Plus-Minus Ngegame

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 05 Agu 2025 18:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/somethingway)
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti melarang siswa SDN Cideng 02 Jakarta Pusat main game Roblox. Menurutnya, game ini menampilkan berbagai adegan kekerasan, sehingga tidak baik untuk anak usia SD.

"Dengan tingkat kemampuan mereka yang memang masih belum cukup itu, kadang-kadang mereka meniru apa yang mereka lihat. Sehingga karena itu kadang-kadang praktek kekerasan yang ada di berbagai game itu memicu kekerasan di kehidupan sehari-hari anak-anak," ucap Mu'ti, dalam acara Kick-Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN Cideng 02 Pagi, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (4/8/2025).

Terkait video game secara umum, psikolog klinis Maharani Octy Ningsih mengatakan bahwa akan selalu ada dua sisi, yakni baik dan buruk. Ini tergantung bagaimana sang anak memilih dan memainkan sebuah game.

Jika anak memilih permainan yang tepat, lanjut Maharani, ini dapat memicu berkembangnya fungsi kognitif.

"Sebenarnya ada beberapa video game atau permainan digital yang memang bisa dijadikan alat yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kecerdasan kognitif pada anak dan remaja," kata Maharani, dikutip dari 20detik, Selasa (5/8/2025).

"Itu bisa mengembangkan fokus perhatian pada anak, kayak strategi perang-perangan. Nah itu kan mereka bisa tuh harus fokus, atensinya harus full, game strategi tadi itu digunakan sebagai salah satu cara melatih otak untuk menyimpan dan memanipulasi informasi dalam jangka waktu pendek," sambungnya.



Simak Video "Video Psikolog soal Banyak Orang Dewasa Main Roblox: Bentuk Pelarian "


(dpy/naf)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork