Beban Tersembunyi di Balik Diabetes, Saat Keluarga Ikut Berjuang

Beban Tersembunyi di Balik Diabetes, Saat Keluarga Ikut Berjuang

Inkana Izatifiqa R. Putri - detikHealth
Kamis, 13 Nov 2025 18:39 WIB
Beban Tersembunyi di Balik Diabetes, Saat Keluarga Ikut Berjuang
Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato
Jakarta -

Pagi itu, Rina baru saja mengantarkan ayahnya ke rumah sakit untuk cuci darah akibat komplikasi diabetes. Di rumah, anaknya yang berusia lima tahun sudah menunggu untuk diantar ke taman kanak-kanak.

Sementara itu, rumah masih belum selesai dirapikan. Bahkan, Rina belum sempat untuk menyiapkan makan siang. Di sela kesibukan dan kelelahan, Rina diselimuti penyesalan. Ia sadar seandainya ayahnya dulu lebih menjaga pola makan, mungkin sekarang tak akan serumit ini.

Cerita seperti Rina bukanlah kisah langka. Banyak keluarga Indonesia yang hidup di bawah bayang-bayang diabetes. Data dari International Diabetes Federation di tahun 2024 menunjukkan bahwa 1 dari 9 orang Indonesia menyandang diabetes atau mencapai lebih dari 20 juta kasus diabetes. Sayangnya, perjuangan melawan diabetes tidak hanya dirasakan oleh para diabetesi, tetapi juga anggota keluarga yang turut mendampingi mereka setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika satu orang dalam keluarga terkena diabetes, dampaknya merembet ke segala sisi mulai dari biaya pengobatan, waktu kerja yang hilang, stres emosional, hingga menurunnya kualitas hidup. Bahkan, sebuah riset menunjukkan 1 dari 3 caregiver atau pengasuh diabetesi mengalami kondisi stres. Hal ini tentu dapat memengaruhi tingkat dukungan, baik fisik maupun emosional, yang diberikan kepada diabetesi.

Padahal, dukungan sosial dari keluarga dan orang terdekat memiliki peran penting. Dukungan ini dapat membantu mengurangi tingkat stres, mendukung perubahan gaya hidup yang kurang sehat, dan meningkatkan kepatuhan dalam menjalani pola hidup sehat pada diabetesi. Pada akhirnya, kondisi caregiver tentu dapat memengaruhi kondisi diabetesi; dan sebaliknya. Sebuah siklus yang melelahkan, namun sayangnya sering dianggap "biasa".

ADVERTISEMENT

Untungnya, diabetes bukanlah takdir keluarga. Dengan menjaga gula darah tetap stabil, kondisi diabetes dapat dikendalikan dan komplikasi diabetesi dapat dicegah. Dengan begitu, diabetesi bisa tetap produktif serta membantu mengurangi risiko beban keluarga baik secara fisik, emosional, maupun finansial di kemudian hari.

Dan tak kalah penting, mencegah diabetes dengan pola hidup sehat harus dilakukan sedini mungkin. Langkah pencegahan sederhana seperti mengatur pola makan sehat dan membatasi konsumsi gula dapat menjadi investasi kesehatan keluarga jangka panjang.

Banyak orang sering berpikir bahwa tabungan terbaik adalah tabungan uang atau pendidikan anak. Padahal, menabung kesehatan juga penting. Apa yang dipilih hari ini, terutama di meja makan, menentukan beban keluarga esok hari.

Yuk mulailah langkah kecil dengan batasi asupan gula harian. Gantilah gula pasir dengan Tropicana Slim Diabtx, gula nol kalori yang aman untuk gula darah, dan mengandung mineral alami kromium yang berperan membantu kerja hormon insulin untuk mendukung kontrol gula darah.

Dengan langkah sederhana ini, keluarga Anda bisa tetap menikmati hidup yang manis, tanpa beban.




(prf/ega)

Berita Terkait