Heboh Varian 'Super Flu' Subclade K, Apa Itu?

Detik Pagi

Heboh Varian 'Super Flu' Subclade K, Apa Itu?

Trypama Randra - detikHealth
Selasa, 30 Des 2025 07:58 WIB
Heboh Varian Super Flu Subclade K, Apa Itu?
Foto: Maulana Irsyad
Jakarta -

Belakangan ini, istilah "Super Flu" mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian flu baru bernama Subclade K yang mendominasi kasus di Inggris, Jepang, hingga sebagian wilayah Amerika Serikat. Bahkan varian ini disebut memicu 71 ribu warga New York terinfeksi dalam sepekan.

Apa itu 'Super Flu' Subclade K?

Subclade K sebenarnya merupakan cabang mutasi terbaru dari virus Influenza A (H3N2) yang sudah bersirkulasi selama puluhan tahun. Para ilmuwan pertama kali mendeteksinya pada Juni 2025 dan sejak saat itu, virus ini menyebar dengan sangat cepat.

Kehadirannya yang bertepatan dengan musim flu yang datang 4-5 minggu lebih awal dari biasanya di beberapa negara seperti Inggris dan Norwegia, membuatnya terlihat lebih agresif.

"Memang benar jenis H3 ini baru secara genetik, namun flu selalu berevolusi secara konsisten setiap waktu. Saat ini belum ada sinyal bahwa ada sesuatu yang luar biasa atau aneh dari cara virus ini berevolusi," jelas Prof. Nicola Lewis Direktur World Influenza Centre di London dikutip dari laman GAVI.

Benarkah lebih ganas?

Salah satu kekhawatiran terbesar adalah apakah mutasi pada Subclade K mampu menembus sistem imun atau vaksin yang ada saat ini. Kabar baiknya, hasil laboratorium menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh manusia masih mampu mengenali varian ini dengan baik.

Vaksin flu tahun ini pun dinyatakan masih memberikan perlindungan yang sangat berarti, terutama dalam mencegah gejala berat dan rawat inap.

Meski begitu, para pakar tetap mewaspadai H3N2 karena jenis ini secara historis memang cenderung menyebabkan gejala yang lebih berat pada kelompok lansia dibandingkan jenis flu lainnya.

Di sisi lain, pakar kesehatan dari Inggris, Dr. Alex Allen, mengingatkan bahwa flu tetaplah virus yang sulit ditebak.

"Meskipun di beberapa negara angka infeksinya mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, risiko adanya "puncak kedua" di awal tahun baru masih sangat mungkin terjadi," kata dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IDAI Wanti-wanti Orangtua

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim B Yanuarso ikut meminta para orangtua memerhatikan kondisi anak.

"Subclade K ini memang agak sulit dikenali dan bisa menembus kekebalan yang sudah ada sebelumnya," kata dia, dalam media briefing Senin (29/12/2025).

Varian ini disebutnya kerap dianggap 'super flu', bukan karena selalu mematikan, tetapi gejalanya bisa lebih berat, terutama bila menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dengan penyakit penyerta, termasuk diabetes hingga obesitas.

"Pada anak-anak, kejadian influenza tipe A apabila mengenai anak dengan penyakit bawaan atau komorbid, dampaknya bisa jauh lebih serius dibandingkan anak tanpa komorbid," lanjutnya.

Mereka yang mengidap penyakit jantung bawaan, gangguan paru kronis, gangguan metabolik, kelainan saraf, hingga gangguan imunitas juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami perburukan saat terpapar 'super flu' subclade K.

Terlebih, kondisi lingkungan disoroti dr Piprim saat ini kurang ideal. Banjir dan bencana alam di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan Selatan juga menjadi potensi percepatan penyebaran penyakit menular.

"Kita sedang menghadapi banjir dan banyak bencana di beberapa wilayah. Kita turut prihatin terhadap saudara-saudara kita dan jangan sampai kondisi ini diperberat dengan tambahan kasus influenza," kata dr Piprim.

Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Selasa (30/12/2025). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads