Tidur dan olahraga rutin merupakan dua kunci hidup sehat yang penting. Oleh karena itu, tiap orang harus bisa menjaga keseimbangan keduanya.
Dalam sebuah penelitian terbaru, peneliti menemukan titik ideal antara durasi tidur dan aktivitas fisik. Peneliti mengatakan, tidur lebih lama tidak selalu lebih baik jika dibandingkan dengan aktivitas fisik.
Peneliti dari Flinders University, Australia, menganalisis data lebih dari 70 ribu orang dewasa di hampir 250 lokasi di seluruh dunia, yang dipantau selama sekitar 3,5 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menemukan tidur sekitar 6-7 jam per malam cenderung membuat orang jalan dengan lebih banyak langkah keesokan harinya. Sebaliknya, mereka yang tidur lebih lama justru kurang aktif.
"Hanya sebagian kecil orang yang mampu secara rutin mendapatkan tidur yang cukup sekaligus aktivitas fisik yang memadai. Ini memunculkan pertanyaan penting tentang seberapa realistis pedoman kesehatan masyarakat saat ini jika dipertimbangkan secara bersamaan," kata peneliti utama John Flinton, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (3/1/2026).
Mereka yang tidur sekitar 6 jam tercatat berjalan paling banyak, dengan hampir 340 langkah lebih banyak keesokan harinya, dibandingkan orang yang tidur 8 jam. Sementara itu, mereka yang tidur 7 jam juga masih mencatat sekitar 237 langkah lebih banyak dibandingkan mereka yang tidur 8 jam.
Ketika peneliti memetakan hubungan antara tidur dan aktivitas, muncul kurva berbentuk 'U' yang menunjukkan tidur terlalu lama dan terlalu sebentar sama-sama dikaitkan dengan jumlah langkah yang lebih rendah keesokan harinya.
Temuan ini penting karena kurang tidur dan rendahnya aktivitas fisik masing-masing sudah diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit berbahaya. Beberapa di antaranya seperti penyakit jantung, diabetes, obesitas, depresi, peradangan, serta kematian akibat berbagai sebab.
Penelitian sebelumnya menunjukkan berjalan sekitar 8 ribu langkah per hari sudah cukup untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.
Para peneliti juga menemukan tidur lebih memengaruhi aktivitas fisik dibandingkan sebaliknya. Ini menunjukkan kualitas atau durasi tidur yang buruk bisa menjadi hambatan besar untuk tetap aktif.











































