'Super Flu' Ngamuk di Inggris, RS-Sekolah Terapkan Pembatasan ala Masa COVID-19

'Super Flu' Ngamuk di Inggris, RS-Sekolah Terapkan Pembatasan ala Masa COVID-19

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 05 Jan 2026 16:01 WIB
Super Flu Ngamuk di Inggris, RS-Sekolah Terapkan Pembatasan ala Masa COVID-19
Foto: Getty Images/nopparit
Jakarta -

Gelombang flu mutasi yang dijuluki 'super flu' memicu penetapan status 'insiden kritis' di sejumlah rumah sakit di Inggris. Lonjakan kasus juga memaksa beberapa sekolah kembali menerapkan pembatasan aktivitas menyerupai masa pandemi COVID-19.

Para ahli memperingatkan wabah ini berpotensi menjadi 'yang terburuk dalam satu dekade'. Peningkatan angka kesakitan dipicu kombinasi flu mutasi H3N2, virus RSV, dan norovirus, yang membuat kapasitas rumah sakit semakin tertekan.

Data pekan lalu menunjukkan rata-rata 1.700 pasien dirawat akibat flu, naik lebih dari 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Strain flu tahun ini, yang dikenal sebagai 'subklade K' atau 'super flu', telah bermutasi sehingga diduga lebih mampu menghindari perlindungan vaksin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, tidak adanya wabah H3 sejak 2022 membuat tingkat kekebalan masyarakat relatif rendah.

Situasi ini terjadi saat NHS bersiap menghadapi aksi mogok dokter junior mulai 15 Desember, memaksa rumah sakit bekerja ekstra di tengah puncak wabah. NHS pun kembali mengeluarkan imbauan mendesak agar masyarakat segera melakukan vaksinasi.

ADVERTISEMENT

Setidaknya dua lembaga NHS menetapkan status 'insiden kritis', yakni kondisi ketika rumah sakit tidak lagi dapat menjamin pelayanan pasien berlangsung aman, biasanya akibat lonjakan pasien atau gangguan infrastruktur.

University Hospital Birmingham NHS Foundation Trust, yang mengelola sejumlah rumah sakit besar, mengeluarkan peringatan akibat 'tekanan ekstrem'. Melalui media sosial, pihak rumah sakit menyebut unit IGD menghadapi lonjakan pasien sangat tinggi.

"Jika Anda tidak mengalami kondisi darurat atau mengancam nyawa, Anda mungkin diarahkan ke layanan kesehatan lain," kata juru bicara rumah sakit, dikutip dari The Sun.

Sementara itu, University Hospitals of North Midlands (UHNM) mengimbau masyarakat hanya mendatangi IGD untuk kondisi serius atau mengancam nyawa. Imbauan ini berlaku di Royal Stoke University Hospital and County Hospital Stafford.

Chief Operating Officer UHNM Katy Thorp mengatakan penetapan insiden kritis memungkinkan rumah sakit mengambil langkah tambahan demi menjaga keselamatan pasien.

"Seperti yang diperkirakan, tekanan terbesar terjadi di unit gawat darurat, yang terus menghadapi tantangan karena pasien tidak bisa segera mendapatkan tempat tidur," terangnya.

Chief Medical Officer Dr Diane Adamson menambahkan IGD akan tetap memprioritaskan pasien paling parah. Tetapi, sebagian pasien bisa mengalami waktu tunggu jauh lebih lama dari biasanya.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada staf kami atas upaya berkelanjutan mereka di masa yang sangat menantang ini, serta kepada masyarakat atas pengertian dan kerja samanya," tutur dia.

Tingkat penularan flu yang sangat cepat memicu kekhawatiran wabah ini menjadi salah satu yang terburuk dalam ingatan modern. Lonjakan kasus yang disebut 10 kali lipat dibandingkan 2023 membuat rumah sakit berisiko kewalahan.

Sejumlah bangsal pun kembali mewajibkan penggunaan masker.

Royal Surrey County Hospital di Guildford meminta semua orang memakai masker di IGD. Salisbury District Hospital dan Great Western Hospital di Wiltshire juga mewajibkan masker bagi pasien, pengunjung, dan staf di IGD serta beberapa unit lainnya.

CEO NHS England Sir Jim Mackey memperingatkan adanya 'peningkatan yang sangat, sangat besar' dalam kasus yang mungkin membutuhkan 'respons nasional'.

Berdampak ke Sekolah

Dampak wabah juga terasa di sekolah. Sejumlah kepala sekolah menyebut kondisinya seperti 'kembali ke masa COVID-19', bahkan ada sekolah yang menghentikan kegiatan menyanyi di apel untuk mencegah penularan. St Martin's Secondary School di Caerphilly, Wales Selatan, ditutup sementara setelah 242 siswa dan 12 staf jatuh sakit.

Kepala sekolah Lee Jarvis menyebut terjadi 'wabah penyakit mirip flu yang signifikan' dan akan diberlakukan periode 'firebreak'.

Di Cheshire, Congleton High School ditutup selama tiga hari akibat banyak siswa bergejala flu. Kepala sekolah Heidi Thurland menyatakan penutupan dilakukan untuk pembersihan menyeluruh, sementara pembelajaran tetap berlangsung daring.

Kepala Hartford Manor Primary School and Nursery Simon Kidwell mengakui situasi ini menjadi 'tantangan besar'.

"Penyakit musim dingin menyebar dengan sangat mudah di sekolah. Kami tahu ada hal-hal yang bisa dilakukan agar sekolah lebih aman," beber Kidwell.

"Tapi kami melihat sekolah-sekolah di sekitar kami di Cheshire tutup selama tiga hari, jadi ini benar-benar menantang tahun ini," sambungnya.

Imbauan Rawat Inap dari NHS

NHS kembali mengeluarkan imbauan darurat vaksinasi setelah rawat inap akibat flu di London meningkat tiga kali lipat akibat 'gelombang flu yang belum pernah terjadi sebelumnya'.

"NHS telah mempersiapkan musim dingin lebih awal dari sebelumnya, namun lonjakan kasus flu yang berbarengan dengan aksi mogok dokter akan memberi tekanan besar dalam beberapa minggu ke depan," kata Direktur Medis NHS London Dr Chris Streather.

"Meski kami telah memvaksinasi lebih dari 1,8 juta orang musim ini, masih ada kelompok rentan yang belum datang. Jika Anda termasuk kelompok yang berhak dan belum divaksin, saya sangat mendorong Anda untuk segera melakukannya-tidak pernah terlambat," tambahnya.

Tim Medis Sangat Sibuk

Chief Medical Officer London Ambulance Service Dr Fenella Wrigley juga mengingatkan agar bisa mendapatkan vaksin flu. Ia mengaku tim medis sangar sibuk dan pusat panggilan 999 menerima banyak panggilan dari orang dengan flu atau penyakit virus serupa.'

"Flu memang bisa membuat Anda merasa sangat tidak enak, tetapi kebanyakan orang sehat akan pulih dengan istirahat, cairan, dan obat dari apotek," ujar Dr Wrigley.

"Kami membutuhkan tenaga medis kami untuk membantu pasien yang benar-benar sakit parah akibat flu atau kondisi lain."

Halaman 2 dari 3
(sao/kna)

Berita Terkait