Lonjakan Flu Bikin AS Ketar-ketir, Tembus 11 Juta Kasus!

Lonjakan Flu Bikin AS Ketar-ketir, Tembus 11 Juta Kasus!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 06 Jan 2026 09:02 WIB
Lonjakan Flu Bikin AS Ketar-ketir, Tembus 11 Juta Kasus!
Ilustrasi warga AS memakai masker (Foto: REUTERS/Maye-E Wong)
Jakarta -

Aktivitas influenza musiman di Amerika Serikat masih berada pada tingkat tinggi dan kembali meningkat pada pekan terakhir Desember. Data Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) yang dirilis Senin menunjukkan, untuk pertama kalinya lembaga tersebut mengklasifikasikan musim flu 2025-2026 sebagai 'cukup parah' (moderately severe).

CDC memperkirakan hingga saat ini musim flu telah menyebabkan setidaknya 11 juta kasus penyakit, 120 ribu rawat inap, dan 5.000 kematian.

Sebagai perbandingan, pada musim flu 2024-2025, CDC mencatat sedikitnya 5,3 juta kasus, 63 ribu rawat inap, dan 2.700 kematian hingga pekan yang berakhir pada 28 Desember 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kasus flu kerap tidak sepenuhnya terlaporkan, karena tidak semua orang menjalani tes," ujar Eric Ascher, dokter kedokteran keluarga di Lenox Hill Hospital, jaringan Northwell, dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa puncak kasus kemungkinan baru akan terlihat dalam satu hingga dua pekan ke depan.

Sejumlah pakar kesehatan masyarakat mengatakan kepada Reuters pekan lalu bahwa mobilitas selama libur akhir tahun, rendahnya cakupan vaksinasi, serta misinformasi turut berkontribusi terhadap lonjakan kasus flu.

Ascher menyebut menurunnya angka vaksinasi dan ketidaksesuaian sebagian vaksin menjadi faktor utama peningkatan kasus flu tahun ini.

Namun, Aaron Milstone, profesor pediatri di Johns Hopkins University School of Medicine, menilai masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan pasti terkait penyebab lonjakan tersebut.

CDC juga melaporkan satu kematian anak akibat flu pada pekan lalu, sehingga total kematian pediatrik akibat flu pada musim 2025-2026 menjadi sembilan kasus. CDC memperkirakan aktivitas flu masih akan berlanjut selama beberapa pekan ke depan.

Sementara itu, Influenza A(H3N2) masih menjadi strain yang dominan, mencakup lebih dari 91 persen kasus influenza A yang telah ditentukan subtipenya.

Dari 389 virus influenza A(H3N2) yang dikumpulkan sejak 28 September 2025 dan dianalisis secara genetik oleh CDC, sekitar 90,5 persen termasuk dalam subclade K, varian dari A(H3N2).

Data CDC juga menunjukkan rumah sakit di AS merawat sekitar 33.301 pasien flu pada pekan yang berakhir 27 Desember, meningkat tajam dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Kunjungan rawat jalan akibat penyakit pernapasan turut meningkat menjadi 8,2 persen dari total kunjungan layanan kesehatan, melampaui ambang batas musiman.

Halaman 2 dari 2
(suc/suc)

Berita Terkait