Viral Novel 'Broken Strings' Aurelie Moeremans, KemenPPPA Soroti Ini

Viral Novel 'Broken Strings' Aurelie Moeremans, KemenPPPA Soroti Ini

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 15 Jan 2026 11:06 WIB
Viral Novel Broken Strings Aurelie Moeremans, KemenPPPA Soroti Ini
Foto: Instagram @aurelie
Jakarta -

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyoroti terkait 'dare to speak' yang melatarbelakangi lahirnya novel 'Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah' karya Aurelie Moeremans.

"Justru ini harus kita apresiasi ya, karena artinya dare to speak, berani untuk menyampaikan," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Ratna Susianawati di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (14/11/2025).

Menurut Ratna, ini adalah keputusan besar dan juga berani. Pasalnya, tidak semua korban kekerasan seksual berani mengungkap kasus yang dialaminya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini menjadi contoh baik bahwa apa yang dialami kemudian disampaikan, tentunya nanti itu akan diatensi oleh kami," kata Ratna.

Memoar Aurelie terkait grooming merupakan satu dari banyak kasus yang masih belum berani disuarakan. Menurut Ratna, kekerasan seksual pada anak layaknya fenomena gunung es.

ADVERTISEMENT

KemenPPPA memandang karya tersebut dapat menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat bahwa kekerasan terhadap anak adalah nyata dan dapat terjadi pada siapa saja, serta dibutuhkan upaya bersama untuk menguatkan sistem perlindungan terhadap anak.

Dampak Grooming ke Korban

Di sisi lain, psikolog klinis Arnold Lukito membeberkan dampak psikologis yang bisa dialami korban grooming, salah satunya ketergantungan emosional yang tak sehat, seolah korban membutuhkan pelaku untuk merasa aman atau diterima.

"Nah, di grooming ini kan tadi ada kontrol, ada manipulasi. Artinya si anak ini, ya. Artinya kan dia juga, dalam tanda kutip, sebenarnya dikontrol dan dimanipulasi. Nah, itu kan akhirnya membuat juga banyak hal seperti, dia mungkin jadi punya ketergantungan emosional yang tidak sehat, gitu kan," ucapnya, dikutip dari 20detik, Selasa (13/1/2026).

Tak hanya itu, lanjut Arnold, grooming juga bisa memengaruhi terhadap bagaimana korban mengidentifikasi dirinya.

"Dalam artian, oh ternyata saya itu bisa punya hubungan seperti ini dengan orang yang jauh lebih tua," ucapnya.

Dampak lain yang tak kalah berat adalah munculnya rasa bersalah dan rasa malu. Secara psikologis, dua emosi ini tergolong sangat kuat dan sering meninggalkan luka jangka panjang. Hal ini tentu bisa berdampak buruk pada korban.

Halaman 2 dari 2
(dpy/dpy)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads