Microsleep, Pembunuh Sunyi di Balik Kemudi

Microsleep, Pembunuh Sunyi di Balik Kemudi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 09 Feb 2026 16:45 WIB
Microsleep, Pembunuh Sunyi di Balik Kemudi
Foto: dok Instagram divasiregar__
Jakarta -

Kecelakaan yang dialami model Diva Mara Hefri Siregar di Km 24 Tol Jagorawi menjadi pengingat keras tentang bahaya yang sering diremehkan pengemudi, yakni microsleep.

Diva selamat setelah mobil Honda City yang dikemudikannya oleng, menabrak pembatas jalan, lalu terbalik dengan posisi keempat roda di atas. Peristiwa yang terjadi Sabtu (7/2) sekitar pukul 17.00 WIB itu dijelaskan polisi dipicu karena Diva mengalami microsleep atau tertidur sesaat saat mengemudi.

"Setibanya di TKP, pengemudi mengantuk (microsleep) sehingga menabrak pembatas jalan," kata Plt Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, dikutip dari detikNews.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat mobil oleng, sebuah mobil boks dari arah belakang turut menabrak kendaraan tersebut. Diva dan penumpangnya, Muhammad Reza, mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Annisa Cibinong.

Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah contoh nyata bagaimana microsleep bisa menjadi 'pembunuh sunyi' di jalan raya.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Microsleep?

Dikutip dari Healthline, microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat, hanya beberapa detik, tanpa disadari. Mata bisa saja masih terbuka, tubuh tampak terjaga, tetapi otak sebenarnya 'mati sejenak'.

Inilah yang membuatnya berbahaya. Pengemudi merasa masih sadar, padahal kendali terhadap kendaraan sudah hilang dalam hitungan detik.

Dalam kecepatan 80 km/jam, tertidur 3 detik saja membuat kendaraan melaju tanpa kendali sejauh hampir 70 meter.

Gejala Microsleep yang Sering Diabaikan

Microsleep sulit dikenali karena terjadi sangat cepat. Namun, ada tanda-tanda yang bisa menjadi peringatan:

  • Tidak merespons saat diajak bicara
  • Tatapan kosong
  • Kepala tiba-tiba menunduk
  • Tubuh tersentak
  • Tidak ingat kejadian 1 hingga 2 menit terakhir
  • Kedipan mata melambat
  • Peringatan sebelum microsleep:
  • Sulit menjaga mata tetap terbuka
  • Menguap berlebihan
  • Tubuh terasa tersentak
  • Berkedip berulang untuk tetap terjaga

Banyak pengemudi mengabaikan fase peringatan ini dan memaksakan diri terus berkendara.

Mengapa Microsleep Terjadi?

Faktor utama pemicu microsleep adalah kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk. Namun, ada kondisi medis yang membuat risiko microsleep jauh lebih tinggi, seperti:

  • Sleep apnea obstruktif: gangguan napas saat tidur yang membuat otak kekurangan oksigen
  • Narkolepsi: kantuk ekstrem di siang hari
  • Gangguan gerakan tungkai periodik
  • Gangguan ritme sirkadian

Hal yang mengejutkan, seseorang bisa mengalami microsleep meski merasa tidak terlalu mengantuk.

Sebuah studi tahun 2011 menemukan fenomena yang disebut local sleep. Peneliti yang menahan tikus tetap terjaga lama menemukan bahwa sebagian area otaknya tertidur sementara bagian lain tetap aktif. Artinya, makhluk hidup, termasuk manusia bisa tampak sadar, tetapi sebagian otaknya sudah tertidur.

Inilah yang diyakini menjadi mekanisme terjadinya microsleep.



Microsleep sangat mematikan saat terjadi di balik kemudi, karena terjadi tanpa disadari, tidak bisa 'ditahan' dengan kemauan.

Berlangsung di momen kritis saat mengemudi, memberi ilusi bahwa pengemudi masih sadar.

Tak sedikit kecelakaan tunggal di jalan tol yang penyebabnya bukan karena ngebut atau ugal-ugalan, melainkan karena pengemudi tertidur sesaat.

Karena microsleep berakar dari kurang tidur, pencegahannya bukan dengan kopi atau membuka jendela mobil, melainkan beberapa hal berikut:

  • Tidur cukup minimal 7 jam sebelum perjalanan jauh
  • Berhenti istirahat setiap 2 jam perjalanan
  • Jangan memaksakan diri menyetir saat mengantuk
  • Hindari berkendara di jam biologis rawan kantuk (pukul 13.00 hingga 15.00 dan 01.00 hingga 05.00)
  • Jika muncul tanda-tanda awal, menepi dan tidur 15 hingga 20 menit jauh lebih efektif daripada memaksakan diri

Microsleep bukan sekadar mengantuk. Ia adalah jeda kesadaran yang bisa berujung pada kehilangan nyawa dalam hitungan detik.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Microsleep Saat Mudik Bisa Mengancam Nyawa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads