Secepat Apa Penyakit Campak Merebak?

detikSore

Secepat Apa Penyakit Campak Merebak?

20detik Signature - detikHealth
Kamis, 05 Mar 2026 14:47 WIB
CAMPAK MEREBAK GEGARA KAUM ANTIVAX?
Foto: Fildan
Jakarta -

Kasus campak belakangan tengah menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga kembali gelisah setelah muncul sorotan terhadap seorang selebgram yang masih melakukan aktivitas di luar ruangan meski dirinya tengah mengidap campak.

Selain mengunggah kegiatan olahraganya melalui media sosial, dia juga memperlihatkan foto ruam kemerahan yang muncul di bagian tangan hingga kakinya. Atas hal informasi tersebut, muncul kekhawatiran di tengah warganet tentang potensi merebaknya penyakit menular ini.

Sebelumnya, muncul temuan kasus campak yang diidap oleh dua WNA asal Australia. Keduanya memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Terkait hal ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut jika penyakit ini memang tengah banyak muncul di seluruh dunia. Menteri Budi juga menyebut jika pihaknya juga menemukan sejumlah kasus di beberapa wilayah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Campak itu naik di seluruh dunia sekarang. Di Indonesia juga ada kenaikan," ucap Menkes dikutip dari detikHealth, Jumat (26/2/2026).

Berdasarkan data yang dimiliki Kemenkes, Indonesia sempat mengalami kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak. Sepanjang 2025, ditemukan 116 kejadian dari 16 provinsi. Mengutip detikHealth, Jumlah kasus suspek mencapai 63.760, dengan 11.094 di antaranya sudah terkonfirmasi laboratorium.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, pihak Kemenkes menyebut jika kasus kematian atau Case Fatality Rate (CFR) akibat penyakit ini berkisar 0,1 persen. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni mengatakan jika angka ini setara dengan CFR di negara-negara maju Eropa.

"CFR kita 0,1 persen, itu sama dengan negara-negara maju seperti Eropa dan lainnya," ujarnya.

Lalu secepat apa penyakit campak menyebar? Benarkah hal ini berkaitan dengan kemunculan golongan antivaksin di sejumlah negara? Simak diskusinya dalam Editorial Review bersama Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Jelang matahari terbenam nanti, detikSore akan membahas dampak konflik AS-Israel dan Iran yang memicu gelombang pembatalan penerbangan dan tur internasional. Di Indonesia, Sebanyak 35 penerbangan internasional di Bandara Ngurah Rai batal akibat penutupan ruang udara imbas konflik AS-Israel dan Iran.

Menyikapi hal ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bali akan memberikan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) untuk warga negara asing (WNA) yang terdampak pembatalan penerbangan. Lantas, bagaimana dampak konflik Timur Tengah terhadap pariwisata Indonesia? Bagaimana langkah pemerintah menyikapinya? temukan jawaban selengkapnya bersama Redaktur detikTravel hanya di Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads