Sarapan kerap dianggap sebagai waktu makan yang bisa dilewatkan, terutama bagi orang yang sedang menjalani diet atau memiliki jadwal yang padat. Padahal, tidak semua orang aman melewatkan makan pagi.
Tak hanya pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sekolah, kebiasaan ini sebaiknya juga tidak dilakukan oleh pengidap gastroesophageal reflux disease (GERD). Spesialis Gizi Klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan bahwa pasien GERD sebaiknya tetap mendapatkan asupan makanan pada pagi hari.
"Untuk pasien dengan GERD juga sebaiknya sih tetap ada breakfast-nya. Jangan di-skip sampai nanti siang misalnya," kata dr Yaze.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Yaze, jika pengidap GERD tidak sarapan dan baru mulai makan pada siang hari, kadar asam lambung bisa menjadi terlalu tinggi. Akibatnya, saat makan lambung dapat terasa perih.
"Yang namanya asam lambung itu sebenarnya selalu diproduksi. Selalu, setiap saat selalu diproduksi. Terus dia juga ngerti nih, jam-jam berapa harus diproduksinya," kata dr Yaze.
"Apalagi misalnya kita biasa makan jam 12. Ketika kita nggak makan di jam 12, ya tadi asam lambungnya kan tetap terproduksi. Karena nggak ada yang diolah. Yang berarti yang dia olah adalah dinding lambungnya," tambahnya.
Karena itu, dr Yaze mengingatkan bahwa pasien GERD tidak boleh melewatkan jam makan. Penting untuk mengatur pola makan dengan baik agar jadwal makan tetap teratur dan sesuai.
"Biasanya kalau sudah diatur pola makan, jam makan juga udah nggak berantakan. Itu GERD atau asam lambungnya udah nggak ngasih keluhan lagi," tambahnya.
Punya pertanyaan seputar nutrisi, diet, dan berat badan? Kirim lewat LINK INI, dan akan dijawab langsung oleh dokter gizi!
Simak Video "Video: Air Rebusan Kentang Bisa Atasi GERD? Ini Faktanya"
[Gambas:Video 20detik] (elk/kna)










































