Kanker Endometrium Bisa Dideteksi Dini, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Kanker Endometrium Bisa Dideteksi Dini, Kenali Gejala dan Faktor Risikonya

Rahmat Khairurizqi - detikHealth
Selasa, 11 Agu 2026 13:37 WIB
Kanker Endometrium
Foto: Getty Images/SewcreamStudio
Jakarta -

Kanker Endometrium merupakan kanker yang berasal dari lapisan bagian dalam rahim yang disebut endometrium. Penyakit ini menjadi salah satu jenis kanker ginekologi yang cukup sering ditemukan pada perempuan, terutama setelah menopause.

Kejadian kanker endometrium juga terus meningkat di seluruh dunia. Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat ditemukan pada stadium awal sehingga peluang kesembuhan umumnya lebih baik jika segera mendapatkan penanganan.

Apa Itu Endometrium?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr. Muhammad Farhan Djamal Hasan, Sp.O.G, Subsp. Onk dari RS St Carolus menjelaskan, Endometrium merupakan lapisan dalam rahim yang setiap bulan menebal dan luruh saat menstruasi. Lapisan ini juga menjadi tempat menempelnya janin saat kehamilan.

"Endometrium adalah lapisan dalam rahim yang setiap bulan menebal dan luruh saat menstruasi serta tempat menempel janin saat hamil. Kanker endometrium terjadi ketika sel di lapisan ini tumbuh tidak terkendali," ujar dr. Muhammad Farhan dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

Siapa yang Berisiko Mengalami Kanker Endometrium?

Kanker endometrium dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ada sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risikonya, antara lain:

  • Usia di atas 50 tahun atau sudah mengalami menopause

  • Obesitas atau berat badan berlebih

  • Diabetes dan tekanan darah tinggi

  • Tidak pernah hamil

  • Menstruasi pertama pada usia sangat muda

  • Menopause terlambat

  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

  • Penggunaan hormon estrogen tanpa progesteron

  • Penggunaan obat tamoxifen untuk kanker payudara

  • Riwayat keluarga dengan kanker rahim, kanker ovarium, atau sindrom Lynch

Menjaga pola hidup sehat serta mengontrol berat badan, diabetes, dan tekanan darah dapat membantu menurunkan risiko kanker endometrium.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

dr. Muhammad Farhan menerangkan, gejala paling umum kanker endometrium adalah perdarahan vagina yang tidak normal. Pada banyak kasus, gejala tersebut bahkan dapat muncul sejak stadium awal.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Perdarahan setelah menopause

  • Menstruasi lebih banyak atau lebih lama dari biasanya

  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi

  • Keputihan yang bercampur darah

  • Nyeri panggul atau perut bagian bawah

  • Nyeri saat berhubungan seksual

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, terutama pada stadium lanjut

Perdarahan setelah menopause bukan kondisi yang normal. Karena itu, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Bagaimana Kanker Endometrium Didiagnosis?

Kanker Endometrium Bisa Dideteksi Dini, Kenali Gejala dan Faktor RisikonyaFoto: Istimewa

Untuk memastikan kondisi pasien, dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan kandungan. Jika ditemukan adanya kelainan atau kecurigaan kanker, dokter dapat menyarankan sejumlah pemeriksaan, seperti:

  • USG transvaginal

  • Pengambilan sampel jaringan endometrium atau biopsi

  • Histeroskopi, yaitu pemeriksaan bagian dalam rahim menggunakan kamera kecil

  • CT scan atau MRI bila diperlukan

Biopsi endometrium merupakan salah satu pemeriksaan utama untuk memastikan diagnosis kanker endometrium. Sampel jaringan yang diambil kemudian diperiksa untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker.

Bagaimana Pengobatannya?

Penanganan kanker endometrium bergantung pada stadium kanker, jenis kanker, serta kondisi kesehatan pasien. Beberapa pilihan terapi yang dapat diberikan meliputi:

1. Operasi

Operasi umumnya menjadi salah satu terapi utama. Prosedur yang dilakukan dapat berupa pengangkatan rahim atau histerektomi, yang sering kali disertai pengangkatan indung telur dan saluran telur.

2. Radioterapi

Radioterapi menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker. Terapi ini dapat diberikan pada kondisi tertentu, termasuk setelah operasi, sesuai dengan kondisi dan stadium kanker.

3. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi ini dapat diberikan pada kanker stadium lanjut atau ketika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.

4. Terapi Hormonal dan Targeted Therapy

Pada jenis kanker tertentu, terapi hormonal atau terapi target dapat menjadi pilihan. Pemberiannya disesuaikan dengan karakteristik kanker dan hasil pemeriksaan pasien.

Karena sebagian besar kasus kanker endometrium dapat ditemukan sejak stadium awal, mengenali gejala dan segera memeriksakan diri ketika mengalami tanda yang tidak normal menjadi langkah penting. Terutama bagi perempuan yang mengalami perdarahan setelah menopause, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.



(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads