Sebagian orang merasa proses pemulihan tubuh berjalan lebih lambat meski sudah minum obat sesuai resep, beristirahat cukup, dan menjaga asupan makanan. Kondisi itu dapat terjadi ketika jaringan tubuh membutuhkan suplai oksigen yang lebih optimal.
Salah satu terapi yang dapat digunakan sebagai terapi pendukung adalah Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT) atau terapi oksigen hiperbarik. Terapi ini semakin dikenal sebagai salah satu pilihan terapi pendukung untuk kondisi tertentu, termasuk dalam proses pemulihan yang membutuhkan dukungan oksigenasi jaringan.
Apa Itu Hyperbaric Oxygen Therapy?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hyperbaric Oxygen Therapy merupakan terapi medis yang dilakukan dengan menghirup oksigen murni di dalam ruang bertekanan lebih tinggi daripada tekanan atmosfer normal. Sesi HBOT dapat berlangsung selama 60-90 menit di dalam hyperbaric chamber. Ruangan tersebut dirancang untuk memberikan kondisi terapi yang terkontrol dan nyaman bagi pasien.
Pada kondisi bertekanan tinggi, jumlah oksigen yang terlarut dalam plasma darah dapat meningkat. Oksigen terlarut tersebut kemudian dapat berdifusi ke jaringan tubuh lebih jauh dibandingkan kondisi normal. Menurut Dokter Seraphim Medical Center, dr. Ravenska Theodora, mekanisme tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan HBOT dari terapi oksigen biasa.
"Dengan tekanan yang lebih tinggi, oksigen bisa menjangkau area jaringan yang mengalami hipoksia, kekurangan oksigen, yang seringkali menjadi alasan utama mengapa proses penyembuhan berjalan lebih lambat dari yang diharapkan," jelas dr. Ravenska Theodora dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
Mengapa Oksigen Penting dalam Proses Pemulihan?
Oksigen memiliki peran penting dalam berbagai proses yang berlangsung di dalam tubuh, termasuk proses pemulihan jaringan. Sel dan jaringan yang mengalami kerusakan membutuhkan oksigen untuk mendukung proses perbaikan. Ketersediaan oksigen juga berperan dalam pembentukan pembuluh darah baru atau angiogenesis yang menjadi bagian dari proses penyembuhan jaringan.
Ketika suplai oksigen ke jaringan tidak mencukupi, proses pemulihan dapat berjalan lebih lambat. Karena itu, kondisi oksigenasi jaringan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam situasi tertentu. dr. Ravenska menjelaskan kekurangan oksigen di tingkat jaringan sering kali luput dari perhatian.
"Banyak pasien yang datang dengan keluhan pemulihan yang lambat, baik setelah prosedur medis, cedera, maupun sakit tanpa menyadari bahwa jaringan mereka sebenarnya sedang kekurangan oksigen di level seluler. HBOT membantu mengatasi hambatan itu," ujar dr. Ravenska Theodora.
Siapa yang dapat Menjalani Terapi HBOT?
HBOT bukan terapi yang ditujukan untuk semua kondisi atau kebutuhan pemulihan. Mekanisme tersebut membuat HBOT dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk berbagai kondisi dan kebutuhan, sesuai dengan indikasi medis masing-masing pasien.
Bagi pasien yang sedang menjalani masa pemulihan setelah prosedur medis, cedera, atau kondisi tertentu, HBOT dapat menjadi terapi pendukung yang membantu mempercepat regenerasi jaringan dari dalam.
Bagi mereka yang mengalami kelelahan, brain fog, atau penurunan stamina yang belum diketahui penyebabnya, evaluasi medis perlu dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi yang mendasarinya. Dalam kondisi tertentu, HBOT dapat menjadi salah satu terapi pendukung untuk membantu meningkatkan oksigenasi jaringan, termasuk pada jaringan otak.
Bagi mereka yang aktif secara fisik dan ingin mendukung pemulihan setelah latihan atau kompetisi, HBOT dapat menjadi salah satu bagian dari program pemulihan atlet. Di Seraphim Medical Center, terapi ini tersedia sebagai salah satu pilihan layanan untuk mendukung kebutuhan pemulihan dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
dr. Ravenska Theodora menegaskan bahwa sebelum memutuskan menjalani HBOT, evaluasi medis tetap menjadi langkah yang tidak bisa dilewati.
"Terapi ini memiliki indikasi dan kontraindikasi yang harus dinilai secara individual. Hasilnya bisa sangat signifikan ketika diberikan kepada pasien yang tepat, dengan panduan klinis yang benar," tegas dr. Ravenska Theodora.
Seraphim Medical Center merupakan salah satu unit bisnis di bawah Bethsaida Healthcare yang berlokasi di Paramount Gading Serpong, Tangerang. Fasilitas ini menyediakan sejumlah layanan, salah satunya Hyperbaric Oxygen Therapy.
Seraphim Medical Center mengusung pendekatan functional medicine yang berfokus pada identifikasi dan penanganan akar permasalahan kesehatan. Layanannya mencakup Wellness Center, Beauty & Aesthetic Center, serta Sports & Rehabilitation Center.
Dengan demikian, HBOT dapat menjadi salah satu pilihan terapi pendukung untuk kondisi tertentu. Namun, keputusan menjalani terapi tetap perlu didasarkan pada evaluasi dan panduan tenaga medis.










































