Heboh Sawi Putih di China Dicelup Formalin, Begini Kronologinya

Heboh Sawi Putih di China Dicelup Formalin, Begini Kronologinya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 03 Sep 2026 10:35 WIB
Freshly harvested Chinese cabbage
Foto: Getty Images/officeU1
Jakarta -

Otoritas China pada awal pekan ini mengonfirmasi sejumlah sawi putih (Napa cabbage) dari negara tersebut dinyatakan positif mengandung residu formaldehida, bahan kimia yang diketahui bersifat karsinogenik atau dapat menyebabkan kanker.

Dikutip dari ABC Net, formaldehida merupakan zat tidak berwarna yang antara lain digunakan dalam proses pengawetan jenazah untuk memperlambat pembusukan. Zat ini ditemukan pada sejumlah sawi putih dan diduga digunakan untuk menjaga kesegaran sayuran selama proses pengangkutan pada musim panas dan musim gugur yang bersuhu relatif hangat.

Penggunaan formaldehida untuk mengawetkan makanan dilarang keras di China. Otoritas setempat pun telah melakukan pemeriksaan di pasar-pasar di seluruh negeri untuk mencari kemungkinan adanya sayuran lain yang terkontaminasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini memicu kemarahan dan kepanikan di China maupun sejumlah negara lain yang mengimpor sawi putih dari negara tersebut.

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran pertama kali diungkap vlogger

Dugaan praktik yang membahayakan keamanan pangan pertama kali diungkap oleh seorang vlogger lingkungan asal China yang dikenal dengan nama Yu Lie Qi Ge. Saat mendokumentasikan proses panen di Hebei, salah satu wilayah penghasil sawi putih terbesar di China, ia melihat sejumlah sawi putih dicelupkan ke dalam cairan bening sebelum dimuat ke truk yang akan membawanya ke pasar-pasar di wilayah selatan China.

Dalam video yang direkamnya, terlihat botol bertuliskan "formaldehyde solution" atau larutan formaldehida di dalam maupun di sekitar truk. Formaldehida diketahui sebagai karsinogen bagi manusia dan penggunaannya dalam makanan dilarang di China.

Yu Lie Qi Ge kemudian menelusuri distribusi sawi putih tersebut hingga ke sejumlah pasar di China bagian selatan. Otoritas setempat selanjutnya melakukan pengujian dan menemukan adanya formaldehida pada sayuran tersebut.

Setelah video itu beredar di internet, otoritas mengonfirmasi keaslian video serta menyatakan telah terjadi "praktik ilegal". Investigasi pun segera dilakukan.

Pemerintah Kabupaten Kangbao, Hebei, juga menyatakan telah melakukan penyelidikan darurat untuk menelusuri distribusi sawi putih yang diduga terpapar formaldehida tersebut.

Polisi juga disebut telah mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat, meski belum dijelaskan secara rinci bentuk tindakan tersebut.

Seiring kasus ini menjadi perhatian publik, sejumlah pasar grosir produk pertanian mulai melakukan pemeriksaan terhadap sawi putih yang berasal dari Kabupaten Kangbao. Beberapa pasar juga menghentikan sementara perdagangan komoditas tersebut.

Pemerintah pusat China turut meluncurkan pemeriksaan di pasar-pasar secara nasional untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi dan menyatakan akan memberikan sanksi tegas terhadap pihak yang melanggar aturan.

Namun, hingga kini masih belum diketahui seberapa luas praktik tersebut terjadi, sejak kapan berlangsung, dan berapa banyak sawi putih yang terdampak.

Kasus ini juga mendapat perhatian negara-negara lain di Asia karena China merupakan salah satu pemasok utama sawi putihl dunia.

Korea Selatan, salah satu negara pengimpor utama, mengumumkan akan memperketat pemeriksaan terhadap impor sawi putih dari China. Sejauh ini, tidak ditemukan sawi putih yang terkontaminasi dalam pemeriksaan tersebut.

Sementara itu, pemerintah Taiwan meredam kekhawatiran masyarakat dengan memastikan bahwa sawi putih dari China memang dilarang untuk diimpor ke wilayah tersebut. Begitu juga negara Singapura turut memperketat impor sawi putih dari China.



(suc/suc)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads