Menemukan benjolan di ketiak kiri maupun kanan tentu bisa menimbulkan kekhawatiran. Namun, kebanyakan benjolan tidak berbahaya dan biasanya merupakan hasil dari pertumbuhan jaringan abnormal.
Meski demikian, benjolan tersebut juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan yang lebih serius. Jadi, penting untuk memahami berbagai penyebab benjolan di ketiak agar bisa menentukan langkah penanganan yang tepat sejak dini.
Penyebab Benjolan di Ketiak Kiri
Dikutip dari laman Healthline, beberapa penyebab umum benjolan di ketiak, baik kiri maupun kanan, di antaranya:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Reaksi Alergi atau Vaksin
Terkadang, benjolan di ketiak mungkin muncul karena reaksi alergi terhadap krim atau produk yang digunakan. Benjolan juga mungkin muncul sebagai efek samping vaksin, seperti COVID-19.
2. Kista Sebasea
Kista sebasea atau kista kulit adalah benjolan yang tidak berbahaya, biasanya berisi nanah dan umumnya muncul di bawah ketiak. Biasanya, gejalanya meliputi:
- Benjolan bulat di bawah kulit
- Benjolan berisi cairan atau nanah
- Kemungkinan memiliki bintik kecil dan gelap di tengahnya
- Tumbuh perlahan
- Bisa terasa sakit atau merah jika terinfeksi
3. Infeksi
Virus influenza atau Epstein-Barr bisa menyebabkan benjolan di bawah ketiak. Sebab, kelenjar getah bening bisa membengkak saat sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.
4. Lipoma atau Fibroadenoma
Lipoma adalah pertumbuhan jaringan lemak jinak yang biasanya tidak berbahaya, sementara fibroadenoma adalah pertumbuhan jaringan nonkanker. Keduanya bisa muncul di ketiak.
5. Limfoma
Limfoma adalah kanker kelenjar getah bening. Tanda yang paling umum adalah benjolan tanpa rasa sakit di leher, selangkangan, atau ketiak. Gejala yang dirasakan mungkin berbeda-beda, akan tetapi pada umumnya meliputi:
- Keluar banyak keringat
- Sesak napas
- Penurunan berat badan
- Kelelahan
- Gatal
- Memar
- Perdarahan
- Infeksi
6. Kanker Payudara
Benjolan di ketiak juga bisa menjadi indikasi kanker payudara. Untuk itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan payudara sendiri setiap bulan dan laporkan jika ada benjolan.
Perlu diketahui, payudara mengalami perubahan hormonal selama siklus menstruasi dan mungkin terasa lebih nyeri atau seperti ada benjolan selama periode ini. Hal ini dianggap normal.
7. Lupus Eritematosus Sistemik
Lupus eritematosus sistemik adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi dan organ. Beberapa gejala umumnya meliputi:
- Nyeri sendi dan otot
- Kelelahan ekstrem
- Kelenjar bengkak, biasanya di leher, ketiak, atau selangkangan
- Sakit kepala
- Sariawan
- Ruam
- Penurunan berat badan
- Rambut rontok
- Nyeri dada
8. Hidradenitis Suppurativa
Pada wanita, potensi penyebab lain dari benjolan di ketiak adalah hidradenitis suppurativa. Kondisi kronis ini melibatkan penyumbatan dan peradangan di dekat kelenjar apokrin dan folikel rambut di kulit, yang umumnya menyebabkan benjolan seperti bisul yang menyakitkan, berisi nanah, mengeluarkan cairan, bahkan mungkin terinfeksi.
Kapan Harus Waspada dan Cek ke Dokter?
Meski bisa menimbulkan kekhawatiran, tidak semua benjolan berbahaya atau menyakitkan. Tingkat keparahannya bisa ditentukan melalui pemeriksaan medis dan terkadang tes tambahan.
Dikutip dari laman Medical News Today, beberapa tanda peringatan yang mungkin mengindikasikan benjolan ketiak yang lebih parah meliputi:
- Pembesaran benjolan secara bertahap
- Tidak sakit
- Tidak hilang
Jika mengalami atau menyadari salah satu gejala tersebut atau khawatir akan benjolan tersebut, periksakan diri ke dokter.










































