Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis kategori Awas untuk sejumlah wilayah di Indonesia pada dasarian II Oktober 2026. Kategori tertinggi setelah waspada dan siaga, ditandai dengan warna merah.
Peringatan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Selain itu, sebagian wilayah di sejumlah provinsi lain juga diprediksi mengalami kekeringan meteorologis kategori Awas.
Wilayah tersebut meliputi Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini, sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak perlu mewaspadai potensi kekeringan dan menggunakan air secara bijak," wanti-wanti BMKG dalam peringatan tertulis Senin (12/10/2026).
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah musim kemarau untuk menghemat penggunaan air dan menghindari pemakaian yang tidak diperlukan.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah untuk mencegah risiko kebakaran. Selain itu, aktivitas di luar ruangan pada siang hari sebaiknya dikurangi jika memungkinkan.
Kewaspadaan diperlukan selama musim kemarau masih berlangsung, terutama di wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini kekeringan meteorologis Awas.










































