Bisa Bantu Urai Sampah Organik, Amankah Pelihara Maggot?

Bisa Bantu Urai Sampah Organik, Amankah Pelihara Maggot?

detikHealth
Minggu, 18 Okt 2026 08:07 WIB
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Ditulis oleh:
Adelia Magda Firdausi, S.P.
Sarjana Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Universitas Gadjah Mada yang memiliki ketertarikan di bidang pangan, kesehatan, dan lingkungan. Saat ini mengikuti program Maganghub sebagai Health Reporter
Budidaya maggot yang dikelola ibu-ibu Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur, menjadi upaya pemberdayaan perempuan pemulung melalui pengolahan sampah organik, Senin (2/2/2026).
Ilustrasi budidaya maggot. Foto: Muhammad Reevanza/detikFoto
Jakarta -

Maggot yang bergerak di antara bahan organik mungkin membuat sebagian orang enggan menyentuhnya. Namun, dalam kegiatan budidaya, kontak dengan larva terkadang tidak bisa dihindari. Meski begitu, kebersihan dan keselamatan kerja tetap perlu diperhatikan, terutama karena maggot dipelihara menggunakan bahan organik.

Endang Mintarja, Ketua Kelompok Tani Swara Hijau Farm di Klender, Jakarta Timur, menjelaskan bahwa prosedur keselamatan kerja perlu diterapkan selama proses budidaya.

"Kalau memang SOP-nya itu harusnya pakai masker, terus juga pakai sarung tangan, pakai apa, boot, nah itu untuk menjaga tetap di K3-nya ya," ujar Endang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

K3 merupakan singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penggunaan perlengkapan pelindung menjadi salah satu upaya untuk mengurangi risiko selama pekerja menangani sampah organik dan menjalankan kegiatan budidaya maggot.

ADVERTISEMENT

Mengapa Perlu Memakai Alat Pelindung?

Maggot yang dibudidayakan di Swara Hijau Farm berasal dari lalat Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam. Larva ini dipelihara menggunakan bahan organik, termasuk sisa makanan yang telah melalui proses pengolahan.

Karena itu, aspek kebersihan tidak hanya berkaitan dengan jenis larva, tetapi juga bahan pakan, wadah, peralatan, dan cara penanganannya. Bahan organik dapat membawa kotoran atau mikroorganisme yang berpotensi mencemari tangan maupun peralatan selama proses budidaya.

Penggunaan sarung tangan dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan bahan yang ditangani. Masker dan sepatu bot juga digunakan sesuai kebutuhan serta prosedur keselamatan kerja di lokasi budidaya.

Perlengkapan pelindung tersebut bukan berarti risiko kontaminasi hilang sepenuhnya. Cara bekerja yang bersih, penanganan bahan organik secara tepat, dan kebiasaan mencuci tangan tetap diperlukan.

Bagaimana Jika Maggot Telanjur Dipegang Tanpa Sarung Tangan?

Endang menjelaskan bahwa kontak langsung dengan maggot tetap perlu diikuti dengan kebiasaan menjaga kebersihan tangan.

"Tanpa sarung tangan enggak apa-apa, cuma harus dicuci pakai sabun," katanya.

Mencuci tangan penting untuk membantu menghilangkan kotoran dan mengurangi risiko perpindahan kontaminan ke bagian tubuh lain. Karena itu, hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum tangan dibersihkan.

Setelah menangani maggot maupun bahan organik, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Bersihkan pula peralatan yang digunakan sesuai prosedur, lalu simpan agar tidak mencemari benda atau bahan lain.

Meski kontak langsung tidak selalu menimbulkan masalah, bukan berarti semua larva dan bahan budidaya bebas dari risiko. Kondisi lingkungan, sumber bahan pakan, serta cara pemeliharaan tetap perlu diperhatikan.

Jangan Hanya Berpatokan pada Jenis Maggot

Mengenali maggot BSF berbeda dari larva jenis lalat lain memang penting. Namun, jenis lalat saja tidak cukup untuk menentukan apakah suatu larva atau bahan budidaya aman disentuh tanpa perlindungan.

Kebersihan bahan pakan, kondisi wadah, dan prosedur kerja tetap menjadi pertimbangan. Penggunaan alat pelindung sesuai kebutuhan serta kebiasaan mencuci tangan dapat membantu mengurangi risiko selama proses budidaya.

Jadi, jika perlu menyentuh maggot saat kegiatan budidaya, perhatikan kondisi lingkungan dan gunakan perlindungan yang sesuai. Jangan lupa mencuci tangan dengan sabun setelah menangani larva maupun sampah organik, sekalipun kontak berlangsung sebentar.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Terlihat Bugar tapi Kena Serangan Jantung, Apa Pemicunya?"
[Gambas:Video 20detik] (amf/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads