Kamis, 29 Apr 2021 03:49 WIB

e-Life

Pola Makan untuk Turun Berat Badan Selama Ramadhan

detikTV, dtv - detikHealth
Jakarta -

Banyak orang mengharapkan untuk bisa turun berat badan pada saat berpuasa. Hal ini tentu sangat mungkin, karena saat berpuasa terdapat pembatasan jam makan sehingga volume makanan yang masuk ke tubuh harusnya menjadi lebih sedikit.

"Di luar puasa juga mungkin ada istilah seperti intermittent fasting, atau OCD, itu hampir sama, membatasi jam makan dengan harapan volume lambung ini nggak bisa penuh selama seharian," kata Ahli Gizi Mochammad Rizal dalam program e-Life.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa tubuh tetap butuh nutrisi dan gizi yang cukup ketika berpuasa. Apalagi tubuh akan melalui kurang lebih 12 jam tanpa makan dan minum, namun harus tetap beraktivitas fisik seperti biasa. Maka, diet saat berpuasa harus dilakukan dengan aman.

"Kalau aman tidaknya, dilihat dulu pola makannya seperti apa. Kalau makannya terlalu restriktif, terlalu sedikit, tidak diimbangi dengan gizi seimbang, otomatis ini menjadi tidak aman. Apalagi saat pandemi, imun akan turun," jelas Rizal.

Oleh karena itu kebutuhan gizi harus dicukupi walaupun sedang diet dan puasa. Rizal menuturkan bahwa terdapat tujuh golongan makanan yang wajib dikonsumsi, yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, buah, golongan gula dan susu, serta lemak dan minyak.

Akan tetapi, jika terasa sulit untuk memenuhi semuanya, cukup penuhi lima di antaranya. "Teman-teman bisa pakai patokan dari lima saja. Karbohidrat, sayur, protein, buah, dan air putih. Ini kita kenal dengan empat sehat lima sempurna. Ini perlu dikonsumsi, baik di dalam bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan," terang Rizal.

Selain itu, perlu diingat bahwa saat berpuasa, tubuh butuh nutrisi yang menyediakan energi secara konstan, serta membuat kenyang dalam waktu lama. Adapun jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah yang mengandung protein, serat, dan karbohidrat kompleks.

"Serat bisa didapat dari sayur dan buah. Sumber protein contohnya telur, ikan, daging, ayam, tahu, tempe, susu. Karbohidrat kompleks nggak hanya dari nasi putih, bisa juga menggantinya dengan kentang, roti gandum, mi, ubi-ubian, dan lain sebagainya," tutur Rizal.

(gah/gah)