Minggu, 27 Jun 2021 16:51 WIB

Video 20Detik

Warning! 5 Provinsi dengan BOR COVID-19 Capai Lebih dari 80%

detikTV - detikHealth
Jakarta -

Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes dr. Rita Rogayah melaporkan 5 provinsi di Indonesia yang BOR rumah sakit sudah mencapai lebih dari 80 persen. Di mana saja?

"Untuk seluruh tempat tidur COVID-19 di seluruh provinsi di Indonesia, itu baik isolasi dan ruang isolasi dan intensif, kita lihat memang BOR yang sudah lebih dari 80% itu ada di 5 provinsi: DKI, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Kalau kita melihat pembagian BOR isolasi dan BOR intensif, DKI itu sudah BOR-nya lebih dari 90%. Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, ini juga mendekati 90%. Banten ini sudah 91%. Ini hati-hati. Terutama DKI, ini sudah melonjak sangat tinggi di 93%. Demikian juga dengan BOR tempat tidur intensif. Untuk Banten, Maluku Utara, DKI, dan Jawa Barat ini sudah meningkat di atas 80," ungkap dr. Rita.

Lebih lanjut, dr. Rita menyebut keterisian tempat tidur BOR intensif dan isolasi per wilayah di DKI Jakarta sudah ada di zona merah. Kecuali BOR isolasi di kawasan Kepulauan Seribu. Begitu pula wilayah Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, hanya sedikit kabupaten/kota yang BOR-nya ada di zona kuning.

"Kalau kita lihat di DKI, ini semua sudah zona merah. Kita lihat baik di Jakarta, baik tempat tidur isolasi maupun tempat tidur intensif semua sudah zona merah. Berarti ini DKI betul-betul harus hati-hati dan kita harus meningkatkan setempat tidur isolasi. Yang ICU-nya cukup tinggi itu adalah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat. Untuk BOR isolasi semua sudah merah kecuali Kepulauan Seribu. Banten ini juga hampir semua zonanya merah. Kemudian Jawa Barat. Jadi semua kabupaten/kota di Jawa Barat, hampir semua sudah merah. Kecuali kabupaten/kota Bogor, Banjar, Subang." tambahnya.

Per hari ini, Minggu (27/6), penambahan kasus COVID-19 di Indonesia kembali pecah rekor. Jumlah kasus virus Corona COVID-19 bertambah 21.342. Total kasus positif mencapai 2.115.304, sembuh 1.850.481, dan meninggal 57.138 jiwa. Kasus aktif tercatat sebanyak 207.685, jumlah spesimen yang diperiksa 98.904, dan suspek sebanyak 129.891 orang.

(/)