Minggu, 19 Sep 2021 18:34 WIB

Video 20Detik

Debat Panas FDA dan Komite Vaksin AS soal Dosis Booster!

detikTV - detikHealth
Jakarta -

Badan Obat Amerika Serikat (FDA) sempat berdebat panas dengan Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi AS. Debat tersebut membahas terkait penyuntikan dosis booster vaksin Covid-19 Pfizer untuk seluruh warga AS, sesuai dengan arahan Presiden AS Joe Biden.

"Perlunya dosis vaksin tambahan pada enam bulan seharusnya tidak mengejutkan berdasarkan pengetahuan kita tentang sistem kekebalan dan pengalaman kita dengan vaksin lain," ujar regulator vaksin FDA, Dr. Peter Marks, dalam diskusi panel secara virtual yang digelar pada Jumat (17/9) waktu setempat.

Pernyataan Peter Marks tersebut didebat oleh anggota Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi, Dr. Michael Kurilla. Kurilla menilai ada inkonsistensi terkait riset vaksin Pfizer untuk booster. Ia pun menilai belum ada data yang menjelaskan bahwa booster bisa diterapkan untuk populasi umum. Meski begitu, Kurilla memahami bahwa ada populasi tertentu seperti lansia yang memerlukan booster.

"Saya sedikit terkejut dengan tanggapan tim Pfizer bahwa mereka menemukan adanya kekebalan sel B dan T yang sangat baik, tapi mereka mengatakan tidak melihat daya tahan yang baik, sehingga perlu mendapat booster. Ini sedikit bertentangan bagi saya. Saya bisa mengerti di mana populasi tertentu dan Dr. Offit menyebutkan orang tua, yang mengalami penurunan respons seluler, dan booster mungkin sangat cocok untuk mereka. Tidak jelas bagi saya bahwa data yang kita lihat sekarang dapat diterapkan dan diperlukan untuk populasi umum," kata Michael Kurilla.

Terkait ketidakjelasan data vaksin booster, pihak FDA pun memberikan balasan pedas. Peter Marks menegaskan bahwa FDA adalah regulator berbasis sains sehingga tidak mungkin pihaknya mengabaikan data.

"Kami adalah badan regulator berbasis sains, dan itu berarti orang yang mengabaikan data adalah orang yang terkejut. Kami tidak akan mengabaikan data, sebagaimana Anda tidak perlu melakukannya. Anda tidak, ini bukan proses hukum. Ini proses ilmiah. Jadi semua data bisa diperhitungkan. Terima kasih."

(/)