Tike yang berusia 34 tahun, sebelumnya cuek-cuek saja punya badan kelewat berat. Dengan tinggi badan 151 cm Tike memiliki berat 94,4 kg yang tentu saja terlihat tidak ideal.
Namun sejak 6 bulan lalu ia mulai menyadari berat badannya yang terlalu gemuknya membuatnya khawatir akan risiko kesehatan. Yang lebih penting lagi, tubuhnya yang terlampau gemuk membuatnya sulit punya anak lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuannya (menurunkan berat badan) karena saya ingin lebih sehat, ingin lihat anak tumbuh dewasa dan yang ketiga saya ingin hamil anak kedua dengan berat badan yang lebih sehat," ujar Tike saat ditemui dalam acara Reality Show Get Slim Get Healthy with Bye Bye Big di Prive fX, seperti ditulis Rabu (12/9/2012).
Sejak kecil Tike dikenal gemuk karena kebiasaannya yang suka makan keripik, kerupuk, minum manis dan tidak olahraga secara teratur. Setelah melahirkan anak pertama berat badannya tidak bisa dikendalikan, walau sudah mencoba berbagai cara.
Tike menceritakan bahwa dulu ia ingin menurunkan berat badan karena alasan penampilan. Namun kini ia menyadari bahwa hal tersebut tidak hanya sekedar untuk penampilan tapi yang lebih penting adalah demi kesehatan.
Untuk bisa mewujudkan keinginannya ini, Tike pun mulai melakukan perubahan seperti mengonsumsi makanan rendah lemak dan kalori seimbang, olahraga teratur hingga 5 kali dalam seminggu dan juga berpikir positif. Ia pun diresepkan obat yang bisa menghambat penyerapan lemak sampai 30 persen.
"Olahraganya dulu diminta sepeda, tapi karena saya punya ambeien jadi nggak bisa dan lebih pilih kardio. Awalnya 30 menit lalu meningkat 45 menit, 1 jam dan sekarang 75 menit," ungkap Tike yang terlihat segar dan agak ramping dengan balutan gaun warna kuningnya.
Selain melakukan olahraga kardio ia pun sering mengajak buah hatinya untuk ikut turut jalan kaki bersama di lingkungan sekitar rumah, terutama saat akhir pekan.
Pola makannya pun diatur yaitu pagi hari hanya konsumsi 2 jenis buah yang diblender, lalu untuk siang awalnya nasi 4 sendok, minggu berikutnya nasi 2 sendok dan tidak pakai nasi.
Namun karena tekanan darahnya yang terus menerus rendah, maka pola makannya pun diubah yaitu pagi hari konsumsi buah dan susu protein, siang makan nasi dengan protein nabati saja, lalu malam harinya makan daging 150 gram tanpa nasi. Hal ini sengaja agar membuatnya kenyang untuk menghindari cemilan.
Kini ia sudah berhasil menghentikan kebiasaan minum soda, sudah jarang mengonsumsi mie instan serta memilih kopi hitam dengan gula diet ketimbang cappucino.
Namun ada satu yang masih sulit ia hilangkan yaitu kebiasaan makan kerupuk. Tapi kini ia mengganti kerupuk dengan opak atau kemplang yang digoreng dengan sedikit minyak.
Setelah menjalani diet selama 6 bulan di bawah pengawasan dokter, Tike berhasil menurunkan berat badannya sebesar 17 kg.
Jika pada Januari ia memiliki berat 94,4 kg dengan indeks massa tubuh 41,4 dan lingkar pinggang 119, kini berat badannya 77,4 kg dengan indeks massa tubuh 33,95 dan lingkar pinggang 93 cm.
"Target awalnya turun 20-25 kg tapi untuk idealnya berat badan saya harus 60-an kg. Sekarang ini saya sedang mengalami masa stagnan karena itu pola makannya mulai diubah lagi," ujar Tike yang kini berusia 34 tahun.
Tike mengungkapkan keberhasilannya menurunkan berat badan ini membuat sang suami berkomentar bahwa penampilannya saat ini makin oke. Meski ia masih harus menurunkan beberapa kilogram lagi.
Kini Tike pun merasa tubuhnya menjadi lebih sehat berkat perubahan pola makan dan juga olahraga teratur yang dilakukannya, serta bertekad untuk bisa meraih berat badan idealnya.
(ver/ir)











































