Terlebih Wendi telah kehilangan paman dan bibinya karena diabetes, serta sang ayah yang juga meninggal akibat mengalami komplikasi penyakit. Dokter pun sudah mewanti-wanti jika ia tidak melakukan perubahan dengan berat badannya maka ia bisa meninggal cepat.
Kondisi ini semakin membuatnya bertekad penuh untuk melakukan perubahan dan menurunkan berat badan yang dimilikinya. Satu hal yang ingin dicapainya adalah berusaha mendapatkan berat badan yang sehat dan fit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu ia pun menjalani diet yang didasarkan pada sebuah buku karangan Dr Eric Braverman yang mengatakan ketidakseimbangan kimia di otak bisa menjadi salah satu alasan seseorang sulit menurunkan berat badan dan menjaga tingkat energinya.
Wendi mulai melakukan perubahan pada pola makannya, seperti mengatur jumlah kalori yang masuk, rempah-rempah tertentu serta konsumsi teh untuk membantu menyeimbangkan senyawa kimia di otak.
Setelah berjuang dalam waktu 18 bulan, Wendi berhasil menurunkan berat badannya dari 121 kg menjadi 70 kg. Ini berarti perubahan yang dijalaninya telah membantunya memangkas berat badan sebanyak 51 kg.
Selain merasa lebih percaya diri dengan bentuk tubuhnya yang baru dan lebih sehat, Wendi pun kini bisa menggunakan pakaian-pakaian yang dijualnya.
Sumber : ABCNews
(ver/ir)










































