Kristi memiliki berat badan 49,5 kg, namun kala itu ia mulai mengikuti cara makan pacarnya yang kini sudah menjadi suaminya, yaitu konsumsi sayap ayam, taco dan makanan lainnya yang berminyak.
Tak heran ketika berusia 20 tahun berat badannya meningkat jadi 67,5 kg dan setelah memiliki 2 anak bobot tubuhnya justru terus bertambah hingga 90 kg. Dengan tinggi badan 162,56 cm, tentu saja berat badan tersebut membuat tubuhnya terlihat bulat dan gemuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Kristi (29 tahun) bukanlah orang yang gemar berolahraga, tapi saat berat badannya terus meningkat ia tahu bahwa suatu perubahan perlu dilakukan. Ia pun mulai melakukan beberapa perencanaan dan rutin berolahraga.
Agar motivasinya berolahraga tetap ada ia selalu menyiapkan baju olahraga sejak malam sebelumnya dan memaksa diri untuk segera bergerak setelah bangun tidur. Untuk awalnya ia rutin menonton acara kebugaran dan mengikuti gerakan yang ada dari rumahnya.
Setelah beberapa minggu, ia mencoba untuk mengambil kelas olahraga di pusat kebugaran. Sebanyak 5 hari dalam seminggu ia memberi tanda di kalender untuk olahraga selama 1 jam di pagi hari, dan jadwal ini tidak bisa diganggu gugat.
Seiring dengan bertambahnya jumlah latihan, Kristi yang tinggal di Texas ini juga mengurangi porsi makannya. Ia membuat sandwich kalkun untuk makan siang dan hanya dikonsumsi setengahnya saja bersama dengan sayuran mentah.
Bahkan cemilan sore yang sebelumnya adalah keripik diganti dengan pretzel, ia sendiri merasa tidak sedang diet sehingga menikmati perubahan tersebut. Tak heran dalam sebulan berat badannya turun 3,6 kg dan setelah setahun berat badannya berkurang jadi 56 kg.
Antusiasme yang tinggi dengan gym membuat Kristi menjadi salah satu pelatih pribadi. Bahkan kini jika ia tidak sempat ke gym, maka ia akan melakukan squat di rumah atau menari bersama anak-anaknya. Ini dilakukan karena tubuhnya sangat membutuhkan gerakan setiap hari.
Sumber : fitnessmagazine.com
(ver/nvt)











































