Ubah Mindset, Berat Badan Ratih Turun 34 Kg dengan Hypnoslimming

Ubah Mindset, Berat Badan Ratih Turun 34 Kg dengan Hypnoslimming

Vera Farah Bararah - detikHealth
Jumat, 11 Jan 2013 12:30 WIB
Ubah Mindset, Berat Badan Ratih Turun 34 Kg dengan Hypnoslimming
Ratih sebelum diet (dok: Pribadi)
Jakarta - Ratih Maharani (38 tahun) terlahir sebagai balita gemuk yang sehat, namun perlahan berat badannya mulai menurun karena orang tuanya sibuk bekerja. Tapi berat badannya kembali bertambah cukup signifikan saat kuliah, lalu menikah dan ketika hamil naik hingga 25 kg.

Setelah hamil Ratih tidak menyusui dan sempat mengalami baby blue yang membuat pola makannya tidak terkendali. Ia pun sempat berhenti bekerja dan kegiatannya hanya makan tidur tanpa diimbangi oleh aktivitas fisik bergerak.

Kondisi ini tak urung membuat berat badannya meningkat tajam hingga mencapai 83 kg. Namun kala itu Ratih tidak merasa tubuhnya gemuk, karena ia merasa masih langsing terus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia baru menyadari bahwa tubuhnya gemuk adalah ketika menjemput keponakannya di bandara, sang ponakan langsung lari kabur begitu bertemu dengannya. Serta ada teman-teman dekat yang kemudian menjauh, lalu ketika kembali bekerja dan setiap akan naik level jabatan dia merasa seperti tidak dianggap meski berprestasi. Hal itu mungkin karena penampilan yang tidak menarik.

Dari situ ia mulai menyadari bahwa tubuhnya sudah sangat gemuk. Berhubung awalnya Ratih memang sudah belajar hypnosis di HTI (Hypnotherapy Training Institute) Indonesia, ia menggunakan bantuan hypnosis untuk menurunkan berat badan.

Saat itu Ratih melihat hypnosis bisa juga buat hypnoslimming, ia pun mulai menghilangkan mindset-mindset negatif dan salah yang ada di dalam pikirannya. Begitu selesai ia mulai program pelangsingan.

Pertama Ratih menetapkan tujuan atau goalnya apa, setelah itu ia mengubah mindsetnya sebagai wanita yang langsing, cantik serta mindsetnya tentang makanan bahwa ia akan makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Baginya makanan adalah energi, jadi bukan sesuatu yang menakutkan untuk banyak dikonsumsi, asal diimbangi dengan bergerak.

Karena ia ingin menjadi perempuan cantik yang sehat, maka ia pun tetap menjaga kesehatan kebugarannya dengan melakukan jalan kaki setiap hari yang lama kelamaan menjadi rutinitasnya. Semua mindsetnya diubah termasuk menjadi lebih banyak bergerak.

Pada proses ini ia juga mempelajari komposisi tubuh bahwa lemak yang harus dibuang dan mengubah imagenya tentang perempuan gemuk. Hal ini karena jika seseorang masih memiliki image sebagai cewek gemuk, maka akan sulit menurunkan berat badan, kalaupun bisa nantinya berat badan akan kembali lagi.

Awalnya ratih berhasil menurunkan berat badannya hingga menjadi 65 kg, setelah itu ia mulai stuck karena tidak ada penurunan berat badan yang terjadi sampai akhirnya ia mulai menanamkan mindset baru lagi di pikirannya dan mengalami penurunan yang drastis yaitu turun 15 kg dalam waktu 1,5 bulan.

Setelah itu ia lanjut dengan pembentukan tubuh. Namun satu hal yang Ratih lakukan adalah ia menjauhi timbangan karena alat ini bisa menjadi trigger yang dapat mengganggu mindset.

"Orang yang sedang menjalani diet akan panik jika melihat timbangan, kok beratnya nggak turun-turun, akibatnya hormon stres kortisol naik dan mindsetnya berubah bahwa ia tidak bisa kurus atau masih gemuk," ujar Ratih yang juga menjadi terapis untuk Hypnoslimming saat ditemui detikHealth beberapa waktu silam.

Ratih mengungkapkan patokannya adalah ukuran baju, celana dan juga cincin. Jika ia sudah merasa longgar atau ukurannya menjadi lebih kecil berarti berat badannya berkurang. Hal ini karena ia tidak mengejar berat badan di timbangan, tapi membentuk otot dan mengurangi lemak.

Tidak sampai setahun, berat badan Ratih sudah berkurang 34 kg. Kini dengan tinggi badan 158 cm ia memiliki bobot tubuh 49 kg namun tetap berisi. Ia pun kini menanamkan mindset makan secukupnya, jika energi dan kalori terpenuhi maka ia berhenti makan.

Untuk menanamkan mindset baru ke alam bawah sadar seseorang dibutuhkan waktu minimal 14-21 hari dan jangan tergantung pada terapis, agar setelah itu seseorang bisa melakukannya sendiri.

"Kadang saya sudah terapi bagus-bagus, di rumah dia kena trigger yang bisa bikin balik lagi. Misalnya dia sudah berhasil turun 1 kg setelah diterapi, terus tiba-tiba dia berpikir 'Ah gw nggak percaya nggak diapa-apain bisa turun' nah itu bisa bikin berat badannya naik lagi. Perlu dirilis dulu mindset yang salah dan tanamkan mindset yang baru," ungkapnya.

Ratih menuturkan sebenarnya jenis terapi apapun yang dilakukan tergantung pada kemampuan dan kemauan orang yang menjalani terapi tersebut. Perlu ditanamkan rasa percaya diri dan bagaimana orang tersebut bisa percaya dengan orang yang menerapinya, serta pola pikirnya.

Terapis hanya sebagai mediator saja karena banyak orang tidak menyadari kemampuannya akibat ada mental block (mindset negatif) di pikirannya. Jika mindset sudah benar serta bersih dari hal-hal negatif dan salah, maka apapun tujuannya akan lebih mudah diwujudkan termasuk bentuk tubuh langsing dan ideal.

Anda punya pengalaman diet yang menginspirasi? Silakan berbagi pengalaman Anda, dan jangan lupa sertakan foto sebelum dan sesudah diet melalui redaksi@detikhealth.com

(ver/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads