Sekitar 2 minggu sebelum Jill menikah, sang ibu meninggal dunia dan sehari sebelum pernikahannya ia menghadiri upara pemakaman sang paman. Terlebih ketika ia pulang dari berbulan madu mendengar kabar temannya meninggal akibat tumor otak.
Stres yang begitu banyak membuat dirinya tertekan dan untuk pertama kalinya ia mengalihkan rasa sakit dan mendapat kenyamanan dari makanan. Terlebih Jill mengalami beberapa kali keguguran yang membuatnya lebih banyak depresi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun semuanya mulai berubah ketika berusia 37 tahun, Jill merasa tubuhnya mudah lelah dan terus menerus merasa haus hingga suaminya mengatakan seperti ada sesuatu yang tidak beres.
Jill pun akhirnya memutuskan berkonsultasi dengan dokter dan ia didiagnosis dengan diabetes tipe 2. Hal ini tentu saja membuatnya sedih, dan ia pun langsung berkeinginan untuk mengubah pola hidupnya.
Ia mulai dengan berolahraga 3-5 kali dalam waktu seminggu dan ia pun menikmati saat harus berjalan-jalan di luar ruangan. Selain berolahraga, Jill menyadari ia perlu mengubah cara makan dan mengatasi kecanduannya pada makanan.
Setelah mempelajari bagaimana pola makan penderita diabetes, Jill mulai dengan makan 6 porsi kecil sehari, serta menambahkan sayuran pada pola makannya. Hal ini dilakukan untuk mengatur kadar gula darahnya.
Perubahan yang dilakukan Jill mulai membuahkan hasil yang bagus dan ia benar-benar merasa lebih baik, serta memiliki lebih banyak energi sehingga dapat melakukan lebih banyak hal untuk keluarga.
Kini, Jill telah berubah menjadi perempuan bertubuh langsing karena berhasil menurunkan berat badan sebanyak 45 kg. Dengan tinggi badan 172 cm, Jill memiliki berat badan 61,65 kg.
Sumber: Huffington Post
(ver/)











































