Ketika Michael Cullen masih berusia 20-an tahun, dirinya adalah seorang pemain basket dengan fisik yang sangat sehat. Sayangnya, Cullen sempat mengalami cedera lutut saat berlatih dan dokter menyatakan bahwa kondisinya tersebut tidak memungkinkan bagi Cullen untuk kembali bermain basket.
Hal tersebut membuat Cullen sangat terpukul dan melampiaskan depresinya dengan makan labih banyak makanan cepat saji. Waktunya hanya dihabiskan dengan duduk di depan TV sambil ngemil keripik dan minum soda, hingga beratnya mencapai 185 Kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama tahap awal rehabilitasi kakinya, Cullen sering berjalan-jalan ke blok perumahannya. Suatu hari Cullen mengalami mengi, berkeringat dan rasa nyeri yang luar biasa pada lututnya ketika berjalan menyusuri blok.
Cullen merasa malu akan kondisinya yang tampak lemah dan hal ini membuatnya bertekad untuk menurunkan berat badan agar kembali sehat. Dirinya memutuskan untuk bergabung di pusat kebugaran terdekat dan mulai berolahraga secara bertahap.
Setelah 2 bulan berselang, berat badan Cullen berkurang hingga 15 Kg. Cullen kemudian berlatih lebih keras dengan berjalan di treadmill dan mengendarai sepeda setiap hari, bahkan seorang pelatih tinju di gym menawarinya bergabung dalam latihan tinju.
Seperti ditulis Global and Mail, Rabu (13/3/2013), Cullen mulai menjalani terapi pengobatan lutut setelah berat badannya berkurang dan dokter juga menyarankan agar memilih olahraga yang aman untuk kakinya. Dirinya juga telah mengubah kebiasaannya ngemil keripik asin dan lebih memilih ngemil makanan sehat seperti buah-buahan.
Saat berat badan Cullen telah mencapai 140 kg, dirinya merasa telah cukup siap untuk meningkatkan intensitas olahraganya yaitu dengan lari maraton. Cullen berhasil menurutkan berat badan hingga beratnya kini 93 Kg akibat berlari sejauh 10 km setidaknya tiga kali seminggu, bermain basket dan yoga sekali seminggu.
(vta/vta)











































