Ubah Pola Hidup, Andi Berhasil Turunkan Ukuran Baju dari XL ke S

Diet Experience

Ubah Pola Hidup, Andi Berhasil Turunkan Ukuran Baju dari XL ke S

Nurvita Indarini - detikHealth
Selasa, 25 Jun 2013 14:37 WIB
Ubah Pola Hidup, Andi Berhasil Turunkan Ukuran Baju dari XL ke S
Andi, before (foto: ist)
Jakarta -

Tahun lalu, Andi Saputra masih memiliki perut buncit. Badannya montok berisi karena dia sangat suka makan. Menyadari pola hidupnya tidak sehat, Andi pun memutuskan melakukan perubahan. Imbalannya, ukuran baju yang semula XL turun jadi S.

"Saya stop nasi. Menu makan pagi saya sekarang hanya salad dan satu roti kecil," kata Andi dalam perbincangan dengan detikHealth, Selasa (25/6/2013).

Pada pukul 10.00 WIB, Andi minum yoghurt. Sedangkan untuk makan siang, dia memilih mengonsumsi sayuran dan ayam goreng tanpa kulit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk makan malam paling berat buah. Minumnya juga saya mengurangi minuman dingin dan ganti dengan minuman hangat. Saya juga stop makan gorengan, pempek, bakso, dan bihun," sambung pria yang sebentar lagi akan mengakhiri masa lajang ini.

Beralih melakukan pola hidup sehat tidak semudah membalik telapak tangan. Pempek, bakso, maupun gorengan sebelumnya termasuk makanan favorit Andi. Di sore hari, sambil melakukan rutinitas kerjanya, tak jarang Andi mengudap makanan-makanan itu.

Andi juga menyempatkan olahraga ringan saat berada di rumah. Misalnya saja, sebelum tidur dan saat bangun tidur dia menyempatkan sit up sebanyak 40 kali. Sembari menonton televisi atau membaca buku, Andi melakukan angkat barbel.

"Olahraga tidak perlu yang berat. Olahraga ringan yang fokus untuk otot tertentu bisa dilakukan di mana saja," imbuh alumnus Universitas Jendral Sudirman Purwokerto ini.

Menurut Andi, di bulan Juni tahun lalu, dia masih mengenakan celana ukuran 36 dan baju ukuran XL. Namun di bulan Juni tahun ini dia sudah bisa memakai celana ukuran 32 slim dan baju ukuran S.

"Baju-baju tahun lalu yang ukurannya XL itu sudah kedombrangan. Sekarang pede pakai celana slim, kemeja panjang fit buat jalan-jalan," kata pria pemilik tinggi 173 cm dan berat badan 79 kg ini.

Andi menuturkan perubahan gaya hidup ini mulai dilakukannya setelah Idhul Adha 2012 lalu. Perjuangannya terlihat jelas sekitar 3 bulan kemudian saat berat badannya susut 9 kg.

"3 Bulan turun 9 kg mungkin akan dibilang lama, tapi ini sehat karena mengubah pola hidup, dan bukan dengan cara instan," jelasnya.

Dengan memiliki berat badan yang lebih ramping, Andi merasa lebih segar. Jika dulu dia sering merasa cepat mengantuk di siang hari, saat ini tidak lagi. Selain itu, Andi merasa lebih ringan membawa tubuhnya berlari atau berjalan cepat.

Tahun lalu, di malam hari Andi masih kerap makan makanan berat. Tak jarang dia makan sate menjelang jam tidurnya. Namun kini, dengan perubahan pola hidupnya, dia sama sekali tidak bisa makan makanan semacam itu di malam hari.

Tidak tergoda sama sekali jika ada orang yang makan makanan enak? "Rasa makanan sebenarnya ya begitu-begitu saja. Manis, gurih, asin. Nggak perlu makan banyak-banyak," kata pria berkacamata yang masih akan menurunkan bobot hingga stabil di 75 kg ini.

Menurut Andi, dia sudah berhasil menularkan pola hidup sehat dengan menjaga makan dan melakukan olahraga kepada beberapa teman-temannya. Hasilnya, tanpa harus pakai obat-obat pelangsing berat badan mereka juga turun seperti Andi.

"Kuncinya sabar dan konsisten. Kalau sekali rusak ya sudah rusak semua. Jadi sebenarnya kalau mau konsisten, menghilangkan perut buncit dan mengurangi berat badan itu bukan mimpi," ucap Andi menutup pembicaraan.

(vit/pah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads