Sewaktu masih muda, Paul sebenarnya tidak memiliki ukuran tubuh yang terlalu besar. Bobotnya kian meningkat saat ia memiliki kebiasaan sarapan dengan 6 cokelat batang 'Mars'. Meskipun ia telah berkonsultasi dengan dokter dan diberitahu jika diteruskan usianya tidak akan bisa mencapai 45 tahun, Paul tidak menganggapnya berbahaya.
Kebiasaannya untuk mengonsumsi makanan tak sehat tetap tidak ia hentikan, hingga ia menyebut dirinya seorang chocoholic. Setiap harinya, Paul mengonsumsi cokelat, makanan siap saji seperti pizza, burger, donat, dan kopi hingga mencapai lebih dari 7.000 kalori. Selain itu, setiap hari ia juga menghabiskan bergelas-gelas minuman soda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melamar sekitar 1.000 lowongan pekerjaan dan satu-satunya perusahaan yang menelepon saya kembali adalah sebuah perusahaan bus. Saat itu saya sangat berharap banyak," ujar Paul, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (3/7/2013).
Namun setelah bertemu langsung dengan pemilik perusahaan, Paul ditolak dengan alasan takut dengan bobot sebesar itu ia akan menghancurkan kursi bus.
"Rupanya saya terlihat terlalu berat dan besar untuk kursi bus. Saat itu benar-benar memalukan bagi saya," tutur Paul.
Sejak saat itu, Paul merasa tertekan dan beberapa bulan kemudian ia menyadari hal ini bisa menjadi motivasi yang sempurna. Paul merasa motivasi seperti inilah yang ia butuhkan untuk menurunkan berat badan.
Paul pun memutuskan untuk melakukan perubahan total terhadap menu makannya. Ia menghilangkan semua kebiasaan makan cokelatnya, termasuk 'Mars' untuk sarapan. Ia hanya makan salad, kentang, dan tumisan.
"Dalam waktu 6 bulan pertama, saya telah kehilangan 10 persen dari bobot saya. Saya jadi semakin optimistis bisa menurunkan bobot saya menjadi ukuran yang normal. Saya tidak menyebutnya sebagai diet, tapi itu adalah pola makan sehat. Ajaibnya, saya tidak pernah merasa lapar," imbuh Paul.
Selain mengubah total pola makannya, ia juga rutin melakukan olahraga. Tidak dengan olahraga yang berat, tetapi dengan berjalan keliling kompleks rumahnya. Kadang Paul juga bermain tenis dan berenang 2 kali seminggu.
Kini, Paul dan tunangannya, Emma, sudah merasakan adanya perbedaan dalam hidup mereka. Paul merasa jauh lebih percaya diri dan ingin membantu teman-teman seperjuangannya dalam menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. Ia yakin dengan niat dan motivasi, bobot normal bukanlah hal yang mustahil.
(vit/vit)











































