Nesya yang kini sedang mengerjakan skripsinya di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UI ini awalnya memiliki berat badan 85 kg. Dengan tubuhnya yang cukup besar, tak jarang ia menerima ledekan. Tak hanya dari teman-temannya, bahkan juga dari keluarganya.
"Sering dibanding-bandingin sama keluarga. Dari sisi kesehatan juga gara-gara ukuran tubuh ini jadi punya periode haid 5 bulan sekali, napasnya susah, gerak dikit udah berasa ngos-ngosan," tutur Nesya kepada detikHealth saat ditemui dalam acara Talkshow Penurunan Berat Badan 'Langsing dan Bugar ala Bye Bye BIG' yang diadakan di Mall Kalibata City Square, Jl Kalibata Raya, Jakarta, dan ditulis pada Senin (29/7/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pernah pakai obat, tapi sama saja setelah itu beratnya balik lagi. Pas sudah turun 5 kg, justru setelah itu naik lagi 6 kg. Malah jadi lebih banyak naiknya daripada turunnya," tutur Nesya.
Akhirnya salah seorang sahabatnya 'menjebak' Nesya untuk mengikuti acara 'Bye Bye BIG'. Acara ini merupakan program untuk membantu seseorang menurunkan berat badan yang berbentuk kompetisi, namun tetap bertujuan untuk memperbaiki kondisi kesehatan yang umumnya tak sehat jika terlalu gemuk.
"Sejujurnya saya nggak tahu ada acara Bye Bye BIG. Saya awalnya kan memang ingin turun berat badan, cuma nggak tahu ada acara ini. Masuknya juga karena jebakan dari sahabat. Jadi saya tiba-tiba disuruh ke Gandaria City dan di sana disuruh nimbang. Dan itu ternyata nimbang itu dalam rangka audisi acara ini. Karena tujuannya untuk kesehatan, ya saya ikut saja. Toh juga saya sebelumnya memang ingin kurus," ungkap Nesya.
Menurut Nesya, usaha yang ia lakukan tak perlu cara khusus. Ia hanya menikmati segala usaha penurunan berat badannya, sehingga ia sama sekali tidak merasa ada paksaan. Ia juga sebisa mungkin berolahraga, meskipun tidak terlalu ia paksakan jadwal dan intensitasnya.
"Tips khusus yang pasti motivasi dan niat, serta dinikmatin saja. Terus sebisa mungkin olahraga, tapi nggak usah dipaksain. Kalau saya sih lebih dinikmatin saja pokoknya. Jadi jangan jadi beban," ujar Nesya yang kini juga aktif menjadi wedding singer.
Sekarang kebiasaannya untuk tidak makan bebek dan makanan bersantan juga semakin terbiasa. Ia juga semakin sehat karena mengurangi asupan makanan yang diolah dengan cara digoreng, serta makanan dan minuman manis. Menurutnya, makanan dan minuman manis tidak bisa memberi efek kenyang tetapi justru kalorinya tinggi.
Selama melakukan program diet, seringkali ia masih saja diledek oleh orang-orang di sekitarnya. Yang paling sering adalah Nesya dikatakan tidak bisa menikmati hidup yang hanya sekali dengan berdiet.
"Saya memang ingin lebih sehat dengan melakukan diet ini. Dengan adanya hasil ini kan nanti mereka bungkam sendiri," ujar Nesya, yang kini juga sudah menjadi jauh lebih percaya diri dengan bobot tubuhnya yang turun menjadi 57 kg.
(vit/vit)











































