Sejak kecil, Sally memang sudah memiliki bentuk tubuh yang 'berbakat' gemuk. Hingga ia berusia remaja, berat badannya kian meningkat. Namun dengan kepribadian yang selalu riang, masalah berat badan tak pernah sekalipun mengganggu pikirannya, seperti dilansir Huffington Post, Rabu (14/8/2013).
Sally bertemu dengan suaminya saat berusia 18 tahun. Tak pernah dikomentari masalah berat badan membuatnya semakin tak peduli dengan bobotnya. Hingga akhirnya ia melahirkan anak pertamanya, Gareth, Sally mulai merasa 'berat' dan tak nyaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah memalukan pun muncul kembali saat Sally diterima kerja sebagai asisten rumah sakit. Di hari pertamanya, Sally tak sengaja terjatuh dan celananya robek. Ia terpaksa memperbaiki celananya dengan stapler dan menanggung penghinaan dari rekan kerjanya karena tak ada celana seragam yang muat di tubuhnya.
Sally kemudian belajar banyak tentang bagaimana pola makan yang sehat. Ia menjauhi segala macam makanan manis seperti kue, cake, dan donat. Ia juga lebih memilih mengonsumsi buah dan sayuran segar. Usaha ini benar-benar ia terapkan setiap saat. Ia menolak setiap tawaran makanan yang terlihat berlemak dan terlalu manis. Dengan usahanya ini, dalam 3 minggu awal bobotnya berhasil turun 7 kg.
Sadar bahwa jika digabungkan dengan olahraga usaha penurunan bobotnya akan semakin besar, Sally pun mulai rutin melakukannya. Ia memulai usaha latihannya ini dengan parkir sedikit lebih jauh dari kantornya. Dengan bobot yang cukup besar, berjalan kaki dalam jangka panjang memang terasa berat baginya. Namun ia meneruskan kebiasaan ini hingga jaraknya semakin dijauhkan. Ia kini terbiasa berjalan dari parkiran ke kantor dengan jarak sekitar 3 km dalam jangka waktu setengah jam.
"Memasak makanan sendiri juga saya rasa memberikan pengaruh. Saya lebih suka menyiapkan makanan sendiri dibandingkan memesan di luar. Pesan lainnya, singkirkan juga lelehan cokelat sebagai teman stroberi dan anggur segar," ujar Sally.
Kini nafsu makannya juga ia rasakan mengalami perubahan. Jika dulu Sally selalu ingin makan makanan yang berlemak tinggi dan manis, ia kini justru lebih bisa mengendalikan keinginannya. Ia bisa menjauhi segala macam makanan tersebut. Tak hanya itu, saat ini kegiatan bersama keluarga juga ia rasakan lebih menyenangkan.
(vit/vit)










































