Aktivitas yang dilakukan bersama pasangan tidak diragukan lagi akan menambah motivasi, termasuk pada Justin (27) dan Lauren Shelton (26). Justin dengan bobot 268 kg dan Lauren dengan bobot 155 kg sama-sama berkomitmen untuk menerapkan pola hidup sehat dan mereka pun berhasil.
Justin menceritakan bahwa kegemukannya berawal sejak ia masih duduk di sekolah menengah pertama. Ia mengalami cedera olahraga dan kejadian tersebut membuatnya sulit untuk beraktivitas. Sejak saat itu, bobotnya kian bertambah dan sulit ia kendalikan.
Sementara Lauren mengungkapkan bahwa dirinya adalah seorang 'emotional eater'. Ia cenderung mengalihkan segala emosinya pada makanan, baik ketika ia sedang bahagia, sedih, marah atau stres. Selama bertahun-tahun kebiasaan itu ia jalani hingga bobotnya kini mencapai 155 kg.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suatu hari Justin mengalami infeksi ginjal dan dibawa ke sebuah UGD rumah sakit. Namun karena tubuhnya terlalu besar, peralatan medis yang ada tak cukup kuat untuk menahan beban tubuhnya. Akhirnya dokter hanya bisa menebak-nebak dan memberi Justin antibiotik dosis tinggi.
"Momen itu menjadi semacam peringatan bagi saya, dari situlah saya kemudian sadar bahwa saya lelah menjadi obesitas dan saya harus berusaha untuk berubah," terang Justin.
Lauren yang saat itu menemani Justin ke ruang UGD pun ikut merasakan hal yang sama. Ia seperti terbangun dan merasa malu dengan dirinya sendiri. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk hidup lebih sehat bersama Justin, Lauren pun ikut berkomitmen untuk segera menerapkan pola hidup sehat.
Sebagai langkah awal, keduanya kemudian menemui seorang asisten dokter bernama Lynn di pusat medis lokal. Lynn kemudian memberi mereka beberapa panduan yang baik untuk memulai langkah hidup sehat mereka. Tak ingin buang waktu, keduanya langsung melaksanakan apa yang dianjurkan oleh Lynn malam itu juga.
"Malam itu kami membersihkan lemari dapur dari segala kudapan dan camilan. Keesokan harinya kami ke supermarket dan belanja makanan yang tak pernah kami pikirkan sebelumnya," ungkap Lauren.
Mereka tak lagi membeli banyak garam, roti, biji-bijian, minyak, saus dan daging tinggi lemak. Pilihan menu mereka kini beralih ke makanan tinggi protein dengan daging tanpa lemak dan banyak buah-buahan, serta sayuran segar.
Untuk aktivitas latihan, baik Justin maupun Lauren memulainya dengan porsi kecil, namun secara perlahan ditingkatkan. Mereka juga mulai pergi ke gym 6 hari seminggu dan lebih aktif berjalan-jalan di luar rumah pada sore hari. Mereka sangat merasakan adanya perbedaan dengan saling mendukung satu sama lain.
Dengan menerapkan pola tersebut, bobot Justin kini stabil di angka 111 kg, sementara Lauren juga turun hingga kini berada di angka 74 kg.
"Secara keseluruhan kualitas hidup kami kini lebih baik dan kami dapat melakukan lebih banyak hal dibandingkan sebelumnya. Kami bisa berbelanja di toko pakaian normal, kami bisa memakai sabuk pengaman di pesawat terbang, duduk di kursi normal dan bahkan naik roller coaster," ucap Lauren.
(/)











































