Jen menceritakan bahwa ia terbiasa sarapan dengan menu sandwich, kentang goreng, dan bolu gulung. Sementara pada malam harinya, menu makan Jen adalah junk food. Ia memperkirakan terbiasa mengonsumsi sekitar 7.000 kalori sebelum tidur. Sayangnya pola makan ini tak ia seimbangkan dengan olahraga rutin, sehingga bobotnya kian bertambah setiap harinya, seperti dilansir Womens Health Mag, Senin (30/9/2013).
Semua kebiasaan ini terus Jen lakukan karena alasan kenyamanan. Hingga akhirnya ia merasa sering mengalami kelelahan, bengkak pada tangan dan kaki, serta sakit kepala. Mencoba mencari tahu lewat internet, ia menemukan kondisi tersebut merupakan beberapa dari gejala prediabetes dan tekanan darah tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ingin mencari cara yang sulit dan berlebihan, perubahan yang Jen lakukan dimulai dengan rutin berjalan selama 20 menit setiap hari. Selain itu, ia juga mengubah kebiasaan-kebiasaannya secara simpel, misalnya dengan memilih secara cermat menu saat sedang makan di luar rumah dan tidak makan roti saat sedang makan burger. Konsisten pada kebiasaan tersebut, Jen kehilangan bobot 18 kg dalam sekitar 4 bulan.
Melihat adanya hasil dari mengubah secara sederhana kebiasaan-kebiasaannya membuat Jen semakin bersemangat untuk hidup sehat. Ia pun mengubah sedikit pola latihannya, yaitu dengan berlari selama 30 detik dalam latihan berjalannya setiap hari. Jen juga menambahkan waktu berjalannya menjadi dalam hitungan jarak, yaitu 8 km. Berat badannya menurun secara cepat saat itu.
"Saya sempat merasa cemas, saya khawatir penurunan berat badan saya terlalu berlebihan atau mungkin saya terlalu terobsesi," kata Jen.
Tak ingin terlalu memaksakan diri, sesekali makan pizza atau mengganti latihan berjalan dan berlarinya dengan aktivitas lain seperti yoga. Jen sama sekali tidak ingin proses penurunan berat badannya menjadi beban.
Kini bobot Jen stabil di angka 70 kg. Ia sangat puas dengan hasil yang ia dapatkan. Dengan bobotnya yang kini sudah seimbang, Jen pindah ke New York City untuk mengejar karier di industri fashion, sesuatu yang tak pernah ia yakini bisa sebelumnya. Jen kini bekerja sebagai asisten administrasi di Chanel.
"Saya merasa sehat, lega, dan bahagia dengan apa yang sudah saya raih," tutur Jen.
Menurut Jen, tak masalah jika Anda tidak memiliki waktu tetap untuk rutin berolahraga setiap hari. Setiap pergerakan akan memberi pengaruh jika rutin. Ia menyarankan untuk membiasakan berjalan-jalan saat makan siang atau mungkin melakukan squat di meja kerja setiap jam. Selain itu, ia juga mengingatkan untuk menyiapkan rencana bekal setiap hari Minggu agar seminggu ke depannya Anda sudah memiliki menu dan tak pusing lagi menyiapkannya di pagi hari.
(ajg/)










































