Khawatirkan Tangan dan Kaki yang Bengkak, Jen Sukses Pangkas Bobot 50 Kg

Diet Experience

Khawatirkan Tangan dan Kaki yang Bengkak, Jen Sukses Pangkas Bobot 50 Kg

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 30 Sep 2013 13:00 WIB
Khawatirkan Tangan dan Kaki yang Bengkak, Jen Sukses Pangkas Bobot 50 Kg
Before
Jakarta - Tak mudah bagi Jen Tallman (25) meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia bisa membuat tubuhnya lebih langsing. Dengan bobot 120 kg, Jen pesimistis. Hingga akhirnya ia bertekad untuk mengubah pola hidupnya setelah tangan dan kakinya membengkak. Sebab ia sangat khawatir terkena diabetes dan hipertensi.

Jen menceritakan bahwa ia terbiasa sarapan dengan menu sandwich, kentang goreng, dan bolu gulung. Sementara pada malam harinya, menu makan Jen adalah junk food. Ia memperkirakan terbiasa mengonsumsi sekitar 7.000 kalori sebelum tidur. Sayangnya pola makan ini tak ia seimbangkan dengan olahraga rutin, sehingga bobotnya kian bertambah setiap harinya, seperti dilansir Womens Health Mag, Senin (30/9/2013).

Semua kebiasaan ini terus Jen lakukan karena alasan kenyamanan. Hingga akhirnya ia merasa sering mengalami kelelahan, bengkak pada tangan dan kaki, serta sakit kepala. Mencoba mencari tahu lewat internet, ia menemukan kondisi tersebut merupakan beberapa dari gejala prediabetes dan tekanan darah tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sejak saat itu saya merasa hidup saya bisa berbahaya jika saya terus begini. Saya butuh perubahan yang tetap, tak hanya sekadar cepat," ungkap Jen.

Tak ingin mencari cara yang sulit dan berlebihan, perubahan yang Jen lakukan dimulai dengan rutin berjalan selama 20 menit setiap hari. Selain itu, ia juga mengubah kebiasaan-kebiasaannya secara simpel, misalnya dengan memilih secara cermat menu saat sedang makan di luar rumah dan tidak makan roti saat sedang makan burger. Konsisten pada kebiasaan tersebut, Jen kehilangan bobot 18 kg dalam sekitar 4 bulan.

Melihat adanya hasil dari mengubah secara sederhana kebiasaan-kebiasaannya membuat Jen semakin bersemangat untuk hidup sehat. Ia pun mengubah sedikit pola latihannya, yaitu dengan berlari selama 30 detik dalam latihan berjalannya setiap hari. Jen juga menambahkan waktu berjalannya menjadi dalam hitungan jarak, yaitu 8 km. Berat badannya menurun secara cepat saat itu.

"Saya sempat merasa cemas, saya khawatir penurunan berat badan saya terlalu berlebihan atau mungkin saya terlalu terobsesi," kata Jen.

Tak ingin terlalu memaksakan diri, sesekali makan pizza atau mengganti latihan berjalan dan berlarinya dengan aktivitas lain seperti yoga. Jen sama sekali tidak ingin proses penurunan berat badannya menjadi beban.

Kini bobot Jen stabil di angka 70 kg. Ia sangat puas dengan hasil yang ia dapatkan. Dengan bobotnya yang kini sudah seimbang, Jen pindah ke New York City untuk mengejar karier di industri fashion, sesuatu yang tak pernah ia yakini bisa sebelumnya. Jen kini bekerja sebagai asisten administrasi di Chanel.

"Saya merasa sehat, lega, dan bahagia dengan apa yang sudah saya raih," tutur Jen.

Menurut Jen, tak masalah jika Anda tidak memiliki waktu tetap untuk rutin berolahraga setiap hari. Setiap pergerakan akan memberi pengaruh jika rutin. Ia menyarankan untuk membiasakan berjalan-jalan saat makan siang atau mungkin melakukan squat di meja kerja setiap jam. Selain itu, ia juga mengingatkan untuk menyiapkan rencana bekal setiap hari Minggu agar seminggu ke depannya Anda sudah memiliki menu dan tak pusing lagi menyiapkannya di pagi hari.

(ajg/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads