Di Usia 43 Tahun, Wanita Obesitas Ini Berhasil Pangkas Bobot 38 Kg

Diet Experience

Di Usia 43 Tahun, Wanita Obesitas Ini Berhasil Pangkas Bobot 38 Kg

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 04 Okt 2013 12:32 WIB
Di Usia 43 Tahun, Wanita Obesitas Ini Berhasil Pangkas Bobot 38 Kg
Before
Jakarta -

Pernahkah Anda merasa cepat menyerah saat sedang diet dan ingin menurunkan berat badan? Jika ya, maka Anda sebaiknya berpikir kembali. Lesley Pritchard (43), memiliki bobot hampir 108 kg dan terkena serangan jantung. Ia kemudian bertekad menurunkan bobotnya dan berhasil menghilangkan 38 kg.

Dilansir Daily Mail, Jumat (4/10/2013), Lesley yang sejak kecil sudah berdiet namun tak pernah berhasil ini memang tak kenal kata menyerah. Ia tetap melanjutkan usahanya untuk memiliki tubuh ideal. Namun suatu hari ia mengalami serangan jantung, saat itulah ia merasa dietnya tak tepat dan ia harus lebih serius lagi.

Ibu dua anak yang berasal dari Ellesmere Port, Cheshire, ini mengklaim serangan jantung yang ia alami merupakan 'pesan dari surga'. Sebab, sebelumnya ia sama sekali tak memiliki masalah dengan jantungnya dan tak pernah menduga akan mengalami rasa nyeri seperti itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai pasien diabetes tipe 1, Lesley memang bergantung pada suntikan insulin setiap hari. Ia merasa suntikan insulin ini juga menjadi faktor penyebab ia selalu ingin makan kue dan keripik. Rasa laparnya sangat berlebihan hingga kadang ia sulit untuk mengatasinya.

Meskipun berulang kali mencoba diet, bobotnya justru kian bertambah dari 76 kg menjadi 108 kg hanya dalam waktu lima tahun. Puncaknya, ia mengalami serangan jantung di usianya yang ke-37 tahun.

"Saat itu saya sedang berbaring di tempat tidur. Tiba-tiba saya merasa benar-benar aneh. Dari yang awalnya merasa kepanasan, saya kemudian menjadi kedinginan dan justru berkeringat," tutur Lesley.

Lesley kemudian mencoba untuk bergerak namun dihentikan oleh munculnya rasa nyeri yang mematikan di dadanya. Ia juga tak bisa menggerakkan lengannya.

"Suami saya, Ian, menelepon 999 dan dalam beberapa menit kemudian saya dibawa ke rumah sakit," ujar Lesley.

Meskipun dokter mengatakan serangan jantung ini datang akibat diabetes yang ia miliki, Lesley merasa faktor utamanya justru adalah berat badannya yang berlebihan. Sejak saat itu, ia tak mau lagi mengambil risiko dan bertekad untuk kembali berusaha berdiet dengan benar.

Lesley memulainya dengan mencoba menghentikan kebiasaannya makan makanan manis seperti kue-kue dan keripik. Meskipun terlihat mudah, baginya justru sulit sebab ini adalah efek suntikan insulin yang ia lakukan setiap hari.

Selain itu, Lesley juga mulai berolahraga. Sesuatu yang sudah sangat jarang ia lakukan, khususnya setelah ia memiliki suami dan anak. Lesley mulai rutin melakukan olahraga seperti berenang dan fitness ke gym beberapa kali seminggu.

Meskipun penurunan berat badannya bisa ia rasakan melalui proses yang sangat lama, ia tetap bertahan dan konsisten melanjutkan semua usahanya. Momen di mana ia terkena serangan jantung selalu terngiang-ngiang di pikirannya dan membuatnya terus maju.

"Ya, serangan jantung tersebut benar-benar memaksa saya untuk fokus pada kesehatan diri saya sendiri. Dan hasilnya kini benar-benar saya rasakan, saya bisa memiliki tubuh yang luar biasa. Saya patut berterima kasih dengan peringatan yang saya terima," ungkap Lesley.

(ajg/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads