Tak Pede Bertubuh Gemuk, Mahasiswi Politeknik Ini Pangkas Bobot 20 Kg

Diet Experience

Tak Pede Bertubuh Gemuk, Mahasiswi Politeknik Ini Pangkas Bobot 20 Kg

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 11 Okt 2013 10:32 WIB
Tak Pede Bertubuh Gemuk, Mahasiswi Politeknik Ini Pangkas Bobot 20 Kg
Before
Singapura -

Tubuh gemuk bagi remaja maupun dewasa awal, khususnya bagi wanita, dapat menurunkan rasa kepercayaan diri. Seperti itulah yang dirasakan oleh Mindy Tay (18), gadis asal Singapura ini memiliki bobot 67 kg di usia remajanya dan membuatnya merasa tak cukup percaya diri untuk berteman.

Dilansir Asia One, Jumat (11/10/2013), Mindy menceritakan bagaimana ia bisa berhasil mengubah bentuk tubuhnya menjadi lebih langsing hingga kini berada di angka 47 kg.

"Mindy terlihat sangat cantik saat ini. Saya merasa mungkin dia tidak akan memiliki teman sebanyak saat ini di kampusnya jika masih bertubuh segemuk dulu, sebab hal itu terlihat jelas sangat mengganggu kepercayaan dirinya dalam bersosialisasi," tutur seorang sumber dari Stomp.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mindy menceritakan bahwa awalnya ia sempat terlalu bersemangat untuk menurunkan berat badannya, hingga akhirnya ia mencoba langkah diet ekstrem selama 11 hari.

"Saya sempat mendapatkan informasi bahwa cara tercepat untuk menurunkan berat badan adalah membatasi apa yang Anda makan, jadi saya memutuskan untuk melakukannya," tutur Mindy.

Langkah diet ini Mindy lakukan dengan menata secara rinci apa yang bisa ia makan dalam sehari dan berapa banyak porsinya. Misalnya, Mindy mengatur dalam salah satu harinya ia membagi menu dalam 3 piring yang terdiri atas menu telur dan ayam kukus.

"Pada beberapa hari berikutnya, saya hanya makan menu sayuran dan buah-buahan. Dengan cara ini saya kehilangan sekitar 9kg dan berat badan saya saat ditimbang turun menjadi 56kg," kata Mindy.

Setahun kemudian, Mindy memutuskan untuk melakukan rencana yang sama kembali untuk menurunkan berat badannya lebih banyak, tetapi ia menambahkan beberapa modifikasi.

"Alih-alih hanya melakukannya selama 11 hari, saya justru memutuskan untuk memperpanjang waktunya menjadi hampir sebulan. Tidak hanya itu, saya juga mulai tidak mengikuti frekuensi dan porsi yang direkomendasikan untuk setiap makan," ungkap Mindy.

Akibatnya, Mindy yang juga aktif dalam kelompok tari di sekolahnya sempat pingsan ketika sedang latihan. Pada hari itu, ia hanya makan sebutir telur rebus dan segelas susu.

"Kadar gula darah di tubuh saya mungkin menurun drastis akibat diet yang tak diperhitungkan dan aktivitas fisik saya yang cukup padat. Setelah diet ekstrem berkepanjangan, saya seperti ingin muntah setiap kali makan," ujar Mindy.

Setelah kejadian ini, Mindy berkata pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan lagi melakukan diet ekstrem yang tak sehat dan kembali mengatur pola makannya lebih sehat.

"Anda harus mengontrol dengan baik apa yang Anda makan, namun ingat untuk tidak terlalu memaksakan tubuh untuk lapar. Apalagi jika aktivitas Anda cukup banyak. Menurut saya yang terpenting adalah mengurangi camilan dan perbanyak minum air putih," terang Mindy.

(ajg/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads