"Tumbuh besar di Puerto Rico membuat makan dalam porsi besar menjadi norma. Di rumah, kami terbiasa makan junk food setiap malam dan pergi makan buffet setiap pekan," ujar Alexandra, seperti dilansir Huffington Post, Senin (11/11/2013).
Kebiasaan ini membuat bobot Alexandra kian bertambah setiap tahunnya, hingga mencapai 145 kg. Tubuh gemuknya ini membuat Alexandra tak pernah berani berlama-lama di bar saat sedang bersama teman-temannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia kemudian bergabung dengan SparkPeople. Di tempat ini ia diajarkan untuk selalu menghitung kalori setiap hari. Mulai dari kalori yang masuk hingga kalori yang ia keluarkan melalui berbagai macam aktivitas, ringan maupun berat.
"Selama tahun pertama menerapkan penghitungan kalori ini, bobot saya turun 36 kg. Saya teruskan usaha ini meskipun sedang musim liburan. Sebab di saat itulah bobot saya rentan naik. Kini bobot saya stabil di 66 kg, tapi target saya adalah 61 kg," terang Alexandra.
Kini ia baru saja pindah ke Chicago untuk melanjutkan pendidikan pascasarjana. Kepercayaan dirinya setelah bobotnya berhasil turun membuatnya ingin kembali menempuh pendidikan dengan lebih fokus dan tidak lagi takut akan ada ejekan dari orang-orang di sekitarnya.
(ajg/)










































