Diakui oleh Victoria dirinya mengalami apa yang disebut sebagai 'pubertas dini', di saat teman-teman sebayanya masih bermain dengan boneka Barbie, ia justru sudah sibuk belajar tentang apa pentingnya deodoran dan mencoba memakai bra. Perilaku uniknya ini membuat ia seringkali di-bully oleh teman-temannya. Mengatasi rasa sedihnya akibat bullying, ia beralih pada makanan.
"Saya terbiasa masak sendiri semangkuk raksasa kentang tumbuk instan. Meskipun setelahnya adalah waktu makan malam, saya tetap ikut makan. Pertengahan SMA bobot saya melonjak cepat menjadi 90 kg lebih," tutur Victoria, seperti dikutip dari Huffington Post, Rabu (13/11/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya langsung memutuskan untuk berubah. Saya awalnya bingung harus berbuat apa, sehingga saya memutuskan untuk mencoba melewatkan waktu makan. Namun setiap malam saya justru jadi 'balas dendam' dan makan dengan porsi besar. Saya ingin membeli pil diet, namun ternyata saya belum cukup umur untuk membelinya di apotek," tutur Victoria.
Ia kemudian bergabung dengan Navy Junior Reserves Officer Training Corps (NJROTC). Dalam kegiatan ini, sepanjang tahun Victoria diharuskan untuk melakukan senam, berjalan, dan belajar untuk bekerja sebagai sebuah tim. Ketika 20 siswa lain bergantung pada dirinya untuk terus melakukan push up demi menghindari hukuman, maka ia harus bisa melakukannya. "Pada akhir SMA, bobot saya turun menjadi 77 kg," ujar Victoria.
Lulus dari SMA dan mulai kehidupan kuliahnya, Victoria yang dikelilingi oleh teman-teman baru dengan gaya hidup sehat menjadi terpanggil untuk meneruskan pola hidup sehatnya. Ia pun kemudian bekerja sebagai pelayan. Pekerjaan ini sangat disukainya karena membuatnya harus terus bergerak. Gajinya yang tak seberapa juga 'memaksanya' untuk membatasi belanja makanan.
"Saya hanya bisa beli makanan dalam jumlah yang pas, seperti sayuran, daging tanpa lemak apapun yang dijual dengan potongan harga, dan sesekali berry segar untuk pencuci mulut," terang Victoria.
Di gym kampusnya, ia juga ikut aktivitas panjat tebing dan membuat bobotnya turun lagi menjadi 60 kg. Hingga kini ia masih mempertahankan pola hidup sehatnya. Ia berharap bisa terus hidup sehat dan memotivasi orang-orang di sekitarnya untuk hidup sehat.
(ajg/)










































