"Berat badan saya mulai naik terus-menerus secara bertahap setelah kehamilan pertama. Saya memiliki riwayat keluarga yang obesitas. Oleh karena itu, saya sadar harus konsisten berubah menjadi lebih sehat," ujar Hema, seperti dilansir Health Me Up, Senin (2/12/2013).
Perubahan pertama yang Hema terapkan adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik. Ia menambahkan aktivitas seperti berjalan, joging dan aerobik di gym dalam jadwal hariannya. Konsisten melakukan kebiasaan ini membuatnya kehilangan 2-3 kg dalam waktu dua bulan awal. Selain rutin lebih beraktivitas, pola makan Hema yang awalnya didominasi oleh makanan berminyak, junk food, pizza dan minuman bersoda, juga berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Hema kemudian mengalami nyeri tubuh dan sesak napas, sehingga ia pun disarankan untuk melakukan operasi bariatrik. Pasca operasi, ia terbantu untuk mendapatkan staminanya dan melanjutkan aktivitas fisik di gym, serta mengikuti pola dietnya kembali.
"Setelah operasi, porsi makan saya menurun. Saya juga didorong untuk lebih banyak mengonsumsi protein seperti ayam, ikan dan daging. Yang pasti, saya menghindari makanan yang digoreng dan makanna manis. Penurunan berat badan sudah memotivasi saya untuk makan lebih sehat," terang Hema. Berikut pola makan Hema sehari-hari:
Sarapan: Dua putih telur dengan roti panggang
Makan siang: Ikan bakar atau ayam, semangkuk kecambah atau sayuran hijau
Sore: Semangkuk buah atau protein shake
Makan malam: Sama seperti makan siang
Kini bobot Hema stabil di angka 73 kg. Dengan tubuh barunya ini, Hema merasa citra dan tingkat kepercayaan dirinya sudah jauh meningkat. "Rasanya menyenangkan ketika keluarga dan anak-anak Anda mengungkapkan kebanggaan mereka atas usaha yang Anda telah lakukan," tuturnya.
(ajg/)










































