"'Cayla, kamu sangat besar.' Itulah kata-kata yang mengubah hidup saya selamanya. Saat itu saya berusia 24 tahun, memiliki gelar master dan pekerjaan yang bagus, tapi bertubuh gemuk. Ketika sedang makan bersama keluarga besar, nenek saya menoleh dan mengatakan hal tersebut. Saya sangat malu," ujar Cayla, seperti dilansir Huffington Post, Rabu (4/12/2013).
Cayla lantas tersentak dan menjadi pusat perhatian keluarga besarnya. Sejak kejadian itu, pada bulan-bulan berikutnya ia enggan berbicara dengan sang nenek karena merasa tersinggung. Butuh waktu yang lama bagi Cayla untuk menyadari bahwa apa yang dikatakan neneknya adalah benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui tubuh gemuknya ini didapatkan karena sering mengonsumsi junk food dan minuman bersoda untuk makan siang. Camilan manis dan gorengan juga tak pernah luput dari hari-harinya. Untuk makan malam bahkan ia biasanya membeli pizza porsi besar dan menghabiskannya sendiri.
Untuk memulai program penurunan berat badannya, Cayla mengikuti saran neneknya untuk bergabung dengan Weight Watchers. Saat itulah ia kali pertama menimbang berat badan dan betapa terkejutnya ia saat melihat angka di timbangan menunjuk angka 112 kg. Hal ini bahkan sempat membuatnya menangis sampai tertidur.
Weight Watchers mengajarkan Cayla untuk berhenti berkata 'tidak bisa'. Cayla juga disadarkan bahwa membuat keputusan yang baik akan memberikan hasil yang baik juga. Sejak saat itu ia memutuskan untuk menghitung kalori setiap makanan dan minuman yang ia konsumsi setiap hari. Ia juga mengurangi porsi dan lebih memilih makanan sehat seperti sayur, buah-buahan dan makanan yang diolah dengan cara direbus.
"Saya juga berusaha keras untuk rutin berlari dan ikut kelas Zumba. Dalam satu setengah tahun, bobot saya turun 46 kg. Meskipun begitu, saya masih ingin mencapai target untuk berbobot 57 kg dan saya yakin saya bisa," lanjutnya.
(ajg/)











































