Kebal Insulin karena Kegemukan, Jennifer Berhasil Pangkas Bobot 75 Kg

Diet Experience

Kebal Insulin karena Kegemukan, Jennifer Berhasil Pangkas Bobot 75 Kg

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 20 Des 2013 11:01 WIB
Kebal Insulin karena Kegemukan, Jennifer Berhasil Pangkas Bobot 75 Kg
Before
Inggris -

Memiliki bobot 159 kg dan tinggi badan 175 cm, Jennifer Smith (37) tampak sangat gemuk. Smith diketahui memiliki diabetes tipe 2 yang membuatnya membutuhkan insulin. Namun karena tubuhnya yang terlalu gemuk, ia menjadi kebal.

"Kira-kira Juni 2012, saya menimbang berat badan dan timbangan menunjukkan angka 159 kg. Jangankan untuk bekerja, untuk berjalan 10 langkah tanpa duduk saja rasanya sulit," ujar Smith, seperti dilansir Huffington Post, Jumat (20/12/2013).

Akibat tubuh gemuknya ini juga Smith memiliki hampir semua masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Dengan begitu, ia diberikan 17 obat berbeda dan butuh sekitar 800 unit insulin per hari. "Saya memang punya detak jantung, tapi saya tak merasa hidup," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suatu hari, Smith mengunjungi dokter. Banyaknya jumlah insulin yang ia pakai dikeluhkan tak membantu kesehatannya. Sang dokter pun menanggapinya dengan berkata bahwa mungkin karena ia gemuk maka insulin tersebut tak bekerja. Pernyataan sang dokter tersebut membuat Smith menangis. "Saya menangis karena dua alasan. Pertama, itu sangat memalukan. Kedua, saya merasa telah menyiksa diri saya sendiri. Saya harus berubah," tutur Smith.

Dibantu oleh Mark C. Johnson, RN, seorang direktur keperawatan di Greenville Free Medical Clinic, Smith yakin bisa menurunkan berat badannya. Pada awalnya, Mark meminta Smith untuk menuliskan segala sesuatu yang dimakannya satu minggu untuk didiskusikan bersama. Mark kemudian menyarankan beberapa perubahan, termasuk untuk mengurangi porsi.

"Mark mengajarkan bahwa makanan bukan musuh. Saya kemudian belajar untuk memelihara tubuh dengan mengenal makanan. Saya tidak diet, tetapi hanya mengubah cara berpikir dan merasa tentang makanan," pungkasnya.

Latihan juga merupakan bagian penting dari penurunan berat badan. Mark yang merupakan pelari kemudian sedikit demi sedikit mengajak Smith untuk ikut berlari. Hanya sanggup berlari selama 30 detik pada awalnya, Smith tetap tak menyerah. Kini ia justru kecanduan lari. Ia rutin berlari lima atau enam hari seminggu dan ikut pelatihan untuk berlari setengah maraton. Fokus, bobot Smith berhasil turun menjadi 84 kg.

"Hidup saya telah berubah begitu banyak. Saya bekerja lagi dan menjadi sukarelawan di klinik dua hari seminggu, dan aktif di kelas gizi. Saya tidak lagi diabetes. Terima kasih sebesar-besarnya pada Mark," ungkap Smith.

(ajg/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads