Meski baru dikomersialkan pekan lalu, namun ternyata sudah ada 12 orang yang sudah lebih dulu menggunakan Obalon. Mereka adalah orang-orang yang dipilih sebagai kelinci percobaan untuk produk tersebut, dan Mandy adalah salah satunya.
"Aku sering menolak ajakan kawan-kawanku untuk pergi keluar. Aku malu dengan keadaan tubuh yang gemuk," ujarnya seperti dikutip detikHealth dari dailymail pada Senin (27/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku sering mencoba diet namun tidak pernah berhasil. Aku juga tidak bisa melakukan operasi sedot lemak karena IMTku tidak memenuhi kriteria," ujar wanita berusia 43 tahun tersebut.
Akhirnya pada November tahun lalu, Mandy menelan kapsul kecil berisikan balon yang dikempeskan. Setelah ditelan, dilakukan pemindaian X-ray untuk melihat posisi balon di lambung. Ketika balon berada di posisi yang tepat, balon tersebut diisi gas menggunakan selang yang terhubung sehingga menjadi sebesar apel. Balon tersebut melayang di bagian atas lambung.
Mandy mengatakan ada sensasi aneh di perutnya ketika gas dipompa dan balon mengembang. Ia mengatakan sensasi tersebut terasa seperti ada gelembung udara di perutnya.
"Prosesnya hanya 20 menit. Setelah selang ditarik keluar dan balon mengembang sempurna, aku tiba-tiba merasa kenyang seperti habis makan besar," ujar wanita asal Somerset, Inggris, tersebut.
Setelah kurang lebih dua bulan, Mandy yang tadinya berbobot 76 kg turun 6,5 kg menjadi 69,5 kg. Hal ini menurutnya sangat baik karena selama dua bulan terakhir, ia mengaku tidak ada perubahan dalam pola makan dan aktivitasnya. Namun ternyata Mandy masih belum puas.
"Targetku adalah 55 kg. Nanti akhir bulan Januari aku akan menelan Obalonku yang kedua," paparnya.
(/)











































