Hanya dengan Jalan Kaki, Pedro Sukses Pangkas Bobot 106 Kg

Diet Experience

Hanya dengan Jalan Kaki, Pedro Sukses Pangkas Bobot 106 Kg

- detikHealth
Kamis, 30 Jan 2014 16:32 WIB
Hanya dengan Jalan Kaki, Pedro Sukses Pangkas Bobot 106 Kg
Before
Jakarta - Meskipun efeknya mungkin terasa lambat, namun percayalah bahwa rutin berjalan kaki bisa memberikan dampak positif terhadap penurunan berat badan. Seperti yang dialami oleh Pedro Gomez Jr. Pria berusia 41 tahun ini berhasil memangkas bobotnya sebanyak 106 kg dengan rajin berjalan kaki.

"Saya sudah mengalami kelebihan berat badan sejak masih sekolah. Teman-teman di sekolah sering mengejek saya. Hal ini berlanjut hingga saya berusia 21 tahun, saat itu berat badan saya bahkan sudah mencapai 136 kg lebih. Bobot terberat yang pernah saya alami adalah 190 kg," ujar Gomez, seperti dikutip dari Huffington Post, Kamis (30/1/2014).

Karena kondisinya ini, Gomez hampir tak memiliki teman bermain. Ia pun mengalihkan kesedihannya ini pada makanan. Sayangnya makanan yang menjadi pilihan Gomez termasuk dalam kategori tak sehat seperti gorengan dan makanan cepat saji. Saat memakan makanan tersebut pun Gomez selalu memilih dalam porsi besar. Tak heran bobotnya kian menanjak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dokter awalnya menyarankan saya untuk menjalani operasi bypass lambung, tapi setelah melihat kakek dan nenek saya harus operasi berkali-kali, saya menolak menjalankan operasi apapun," terang Gomez.

Memutuskan untuk tidak melakukan operasi, Gomez menghadiri pertemuan Weight Watchers dan memutuskan untuk menjalani program hidup sehat agar bobotnya bisa turun tanpa operasi. Ia optimistis bobotnya bisa turun. "Program tersebut mengajari saya tentang makanan sehat dan bagaimana cara memasak. Saya masih bisa makan makanan yang saya suka, hanya saja porsinya harus dikurangi. Saya kini lebih suka buah, sayuran, biji-bijian, ayam panggang, dan salmon," lanjutnya.

Selain makan, Gomez juga mengupayakan rutin latihan, dimulai dari yang ringan seperti berjalan kaki. Namun dengan bobot sekitar 190 kg, ia mengaku cukup sulit untuk bergerak. Awalnya ia hanya berjalan selama 20 menit di atas treadmill dan melakukan berenang ringan di kolam renang. Secara bertahap, Gomez menambah porsi latihannya dan bergabung dengan klub softball.

"Namun kemudian saya mendapatkan musibah. Saya kehilangan nenek, kakek, ibu, dan pekerjaan saya. Mereka yang selama ini menguatkan saya, jadi ketika mereka tak ada rasanya sulit untuk melanjutkan semuanya," papar Gomez.

Saat itu bobotnya sempat naik kembali sebanyak 10 kg karena ia menjadi kurang tidur dan stres. Namun tak ingin lantas menyerah, ia kembali mencoba rutin latihan. Hanya saja, kali ini porsi latihannya bergantung pada seberapa banyak waktu yang ia miliki. "Yang pasti saya banyak berjalan di siang hari. Sebisa mungkin saya perbanyak porsi jalan kaki, jika memang waktunya cukup kemana pun saya berjalan kaki," ungkapnya.

Dengan segala usahanya tersebut, bobot Gomez berhasil turun dan kini berada di angka 84 kg. Ia patut bangga dengan dirinya sendiri. Sebab meskipun banyak tantangan, ia mampu tetap berpegang pada tujuan awalnya dan kini hidupnya sudah jauh lebih sehat.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads