"Sulit untuk diceritakan, saya benar-benar tidak ingat apa yang awalnya memicu kenaikan berat badan saya. Yang pasti sejak kecil setiap punya masalah saya selalu beralih pada makanan," ujar Monacelli.
Tak bisa mengontrol nafsu makannya sendiri, bobot Monacelli terus-menerus naik dan ia semakin sering mengalami depresi. Pernah mencoba untuk diet, bobotnya berhasil turun namun dengan mudahnya akan kembali naik. "Saya kemudian merasa bahwa saya layak hidup dengan perasaan yang lebih baik. Saya pantas memiliki keluarga sendiri dan dicintai. Saya ingin menikah dan menjadi tua dengan seseorang," ungkapnya, seperti dikutip dari Huffington Post, Senin (3/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang saya pastikan selalu sarapan, makan siang, dan makan malam. Pada awalnya saya hanya membiasakan diri tidak makan di atas pukul 6 sore, tapi lama-lama tidak makan sama sekali pada waktu tersebut. Secara perlahan namun pasti, cara ini sangat efektif," tutur Monacelli.
Bobot Monacelli sedikit demi sedikit turun dan kini berada pada angka 81 kg, ini berarti bobotnya telah turun sebanyak 136 kg. Banyak orang mengira ia telah melakukan operasi, namun atas semua usaha kerasnya selama ini tak jarang ia merasa jengkel. "Sangat menjengkelkan, karena saya bekerja sangat keras untuk kehilangan berat badan ini, secara fisik maupun emosional," lanjutnya.
Beberapa orang yang mengenalnya cukup lama juga menyebutkan tubuhnya kini terlalu kurus. Meskipun begitu, Monacelli tidak begitu terpengaruh. Baginya tubuhnya saat ini sudah cukup sehat dan yang paling penting masalah depresinya sudah tak pernah datang. Mocanelli sangat percaya diri menjalani hidupnya saat ini.
"Semua pikiran-pikiran negatif akan hilang dengan waktu," tegas Monacelli.
(ajg/)











































