Memiliki berat badan yang berlebih cenderung membuat seseorang menjadi kurang percaya diri. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Lusi. Kebiasaannya mengonsumsi nasi dalam porsi yang besar, ngemil, ditambah dengan rendahnya keinginan untuk berolahraga, membuat berat badannya bertambah dari hari ke hari.
Gadis berusia 23 tahun ini pun tidak percaya diri ketika sedang berfoto bersama teman-temannya dan merasa sedikit kesulitan dalam menjalani kegiatan sehari-hari. "Teman-teman saya sering mengira bahwa saya sedang hamil karena saya memiliki perut yang besar. Saya juga merasa berat saat berjalan, sehingga aktivitas sehari-hari jadi kurang produktif," ungkap Lusi kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (10/02/2014).
Banyaknya kerugian yang dirasakan membuat gadis yang bernama lengkap Lusi Siti Aisah ini bertekad untuk mengurangi bobot tubuhnya. Ia memegang prinsip untuk tidak mengeluarkan biaya sama sekali dan tidak mengonsumsi obat penurun berat badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah dirasakan bahwa metode pertama kurang efektif, maka ia pun melakukan metode kedua. Metode ini ia lakukan dengan memilih dan mengurangi makanannya. Saat menjalankan metode kedua, ia mulai membatasi asupan gula dan rajin mengonsumsi teh hijau yang dipercaya dapat mempercepat metabolisme tubuh. Terkadang ia juga melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.
Metode ini cukup membawa hasil yang signifikan, beratnya yang semula 75 kg turun menjadi 60 kg. Penurunan ini membuatnya semakin bersemangat untuk melakukan metode ketiga, yaitu dengan olahraga dan mengurangi makanan yang masuk ke dalam tubuh. "Saya tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali. Dengan melakukan metode pertama dan kedua berat badan saya bisa turun 5 kg dalam waktu seminggu," tutur Lusi.
Kini bobot Lusi sudah turun kembali menjadi 55 kg dan ia menyadari bahwa melakukan diet bukan berarti tidak boleh menyantap makanan enak sama sekali. Menurutnya Anda masih bisa makan makanan enak asalkan diimbangi dengan rajin berolahraga. Dengan begitu, akan lebih banyak kalori yang terbuang daripada kalori yang masuk.
"Saya sadar kesehatan itu mahal harganya, sehingga saya akan tetap melakukan diet dan berolahraga untuk hidup yang sehat dan lebih baik lagi," ujarnya.
Lusi Siti Aisah adalah peserta Diet Experience bulan Februari 2014
(ajg/)










































