Kepada detikHealth, Hardian menceritakan pengalaman dietnya, seperti ditulis pada Rabu, (26/2/2014):
Niat awal saya melakukan diet sebenarnya ingin mengecilkan perut saya yang buncit sebelum saya menginjak usia 40 tahun. Saya juga ingin berpenampilan baik saat di kantor maupun di rumah. Selain itu orang tua, istri, dan anak-anak saya juga menyarankan saya agar jangan terlalu gemuk.
Diet yang saya lakukan sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan mengubah kebiasaan. Saya yang biasanya makan nasi sehari tiga kali, saya ubah menjadi sehari dua kali, yaitu pagi dan siang atau siang dan malam. Tidak ada jenis pantangan makanan saat saya menjalani diet, saya benar-benar hanya mengurangi porsi makan saja.
Oh iya, selain itu saya juga rutin minum 8 gelas air putih per hari dan memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Untuk olahraga, saya melakukan senam setiap hari selama 5 menit pada pagi hari. Kadang untuk variasi saya juga melakukan push-up atau sit-up. Khusus setiap hari Rabu saya melakukan olahraga bulutangkis selama 2 jam dan setiap hari Kamis saya bermain futsal selama satu jam.
Hasilnya berat badan saya pun turun 5 kg dalam waktu satu bulan. Berat saya yang semula 65 kg, kini menjadi 60 kg. Saya ingin tetap menjalani pola hidup seperti ini bukan hanya untuk menurunkan berat badan saja, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
Untuk mewujudkan itu semua, saya rajin mengonsumsi vitamin dan juga suplemen. Saya juga tidak merokok dan minum minuman beralkohol, serta berusaha konsisten mengikuti kegiatan donor darah setiap tiga bulan sekali.
Saran dari saya untuk para pembaca, makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Karena kita makan agar tetap hidup, bukan hidup untuk makan. Yang terakhir, istirahatlah yang cukup. Hindari konflik dan jaga diri Anda agar jangan sampai stres.
(ajg/vit)











































