Rahasia Herlan Pangkas Bobot 48 Kg dalam 7 Bulan: Masak Tanpa Garam

Diet Experience

Rahasia Herlan Pangkas Bobot 48 Kg dalam 7 Bulan: Masak Tanpa Garam

Herlan Virgiawan El Lobo - detikHealth
Jumat, 28 Feb 2014 12:54 WIB
Rahasia Herlan Pangkas Bobot 48 Kg dalam 7 Bulan: Masak Tanpa Garam
Before
Surabaya - Penggunaan garam berlebihan tak hanya dapat meningkatkan tekanan darah, tetapi juga meningkatkan risiko kegemukan pada tubuh. Rupanya Herlan Virgiawan El Lobo (21) sadar betul akan hal ini. Terbiasa masak sendiri dengan sedikit garam atau bahkan tidak sama sekali, bobotnya turun 48 kg dalam 7 bulan.

Selain mengurangi asupan garam, pemuda kelahiran 2 Mei 1992 ini juga rutin latihan angkat beban dan latihan kardio. Kepada detikHealth, Herlan menuturkan pengalaman dietnya tersebut secara lengkap, seperti ditulis pada Jumat (28/2/2014):

Punya perut besar, celana berukuran 44, sulit mencari pakaian, dan yang paling penting dijauhi wanita. Inilah yang membuat saya memutuskan untuk mengubah hidup saya. Saya teringat salah satu tweet dari teman saya: 'Cowok kalau nggak kaya, ya kudu ganteng'. Tweet tersebut juga turut membuat saya termotivasi untuk melakukan program diet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diet ini saya lakukan mulai pada Januari 2012 dengan berat badan 125 kg. Selama 2 bulan saya menjalankan diet, berat badan saya malah tidak turun padahal saya juga sudah pergi ke gym center. Saya putus asa dan tidak diet lagi selama 2 bulan. Beberapa bulan kemudian, tepatnya Mei 2012, berat badan saya naik lagi menjadi 130 kg. Saya pun memutuskan untuk melakukan program diet lagi.

Dalam program diet kali ini saya benar-benar disiplin. Saya menerapkan diet dengan makan 6-8 kali sehari dan semua makanan yang saya makan untuk sehari saya masak sendiri. Pagi hari sekitar jam 7 saya sarapan putih telur 5 butir, kemudian pukul 9 saya makan buah atau snack rendah kalori. Pukul 12 siang saya makan besar dengan menu nasi merah, sayur, dan protein dari daging ayam, salmon, atau daging merah.

Kemudian pada pukul 3 sore saya makan snack lagi, pukul 6 sore saya makan besar, dan pukul 9 malam sebelum tidur saya minum susu protein tinggi. Setiap kali masak, saya hanya menggunakan gula rendah kalori, sedikit atau bahkan tidak menggunakan garam sama sekali, dan menggunakan olive oil.

Selain mengubah pola makan, saya juga rutin ke gym 2 kali, pagi dan sore. Untuk pagi hari biasanya saya hanya melakukan latihan beban dan sore harinya saya latihan kardio. Pada awalnya saya memakai jasa personal trainer agar tahu teknik yang benar.

Dalam satu pekan, saya menerapkan sistem 5 hari latihan dan 2 hari istirahat. Setiap hari Senin dan Selasa saya latihan, hari Rabu latihannya libur, dilanjutkan latihan lagi pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu, sementara hari Minggu saya jadwalkan untuk istirahat lagi. Dari situ saya tahu bahwa memiliki metabolisme tubuh yang tinggi akan membantu pembakaran lemak secara signifikan.

Sekitar 3 bulan pertama menerapkan program tersebut berat badan saya sudah berhasil turun 20 kg. Saya pun semakin percaya diri dengan program yang saya lakukan ini. Tepat pada bulan ketujuh, saya berhasil memangkas bobot 48 kg.

Dalam diet bukan hanya makanan dan olahraga saja yang harus diperhatikan, tapi juga istirahat. Setelah ketiga hal tersebut sudah diterapkan dengan benar pasti akan ada hasil yang nyata. Untuk pembaca yang mau berdiet, kuncinya adalah motivasi, target, dan disiplin.

(ajg/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads